Manado – Setelah sebelumnya sempat menghilang dari pantauan media massa, Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut Benny Rhamdani kembali memberikan pernyataan menarik, yakni rencana kemunduran dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut dalam waktu dekat ini.
Kepada wartawan, Rhamdani menjelaskan bahwa perjuangan dirinya telah sampai digaris akhir dan dirinya tetap menjaga kemurnian imannya hingga kini. Ketika ditanya kapan dirinya akan memberikan surat pengunduran tersebut, Rhamdani memastikan ketika PDIP telah selesai menetapkan calon Gubernurnya, maka secara otomatis saya akan mundur karena perbedaan cara pandang politik saya dengan PDIP.
Ketika ditanya apakah ini sebuah pengkhianatan, Rhamdani menegaskan dirinya tak pernah berkhianat, melainkan apa yang dilakukannya adalah sebuah sikap kesatria yang dimana tak mau menikmati fasilitas partai dengan cara membangkan atau berbeda pendapat dengan PDIP.
Dirinya juga memprediksi kehancuran PDIP sudah didepan mata, apabila Partai ini tidak mau membersihkan para pelacur politik di dalam tubuh partai.
“Percaya saja, kalau PDIP tak mau mengubah dirinya sebagai Partai Modern maka akan tergerus dengan keadaan jaman yang terus berputar, apalagi saat ini PDIP terus saja digerogoti oleh sikap tak terpuji yang dipertontonkan para pelacur politik yang menguasai partai ini,” kuncinya. (IS)
