
BeritaManado.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Utara menyatakan dukungan penuh terhadap hasil Konferensi Kerja Daerah (Konkerda) PWI Sulawesi Utara 2025.
Salah satu keputusan paling signifikan dari pertemuan di Balai Wartawan ini adalah rencana pelaksanaan pelatihan jurnalistik Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Bagi PWI Minahasa Utara, pelatihan Pra-UKW ini dianggap sangat krusial.
Sekretaris PWI Minut, Swedy Pongoh, yang mewakili Ketua Ramon Wowor, menjelaskan pelatihan ini akan menjadi bekal penting bagi para jurnalis sebelum mereka mengikuti UKW secara resmi.
“Kami akan segera menyampaikan keputusan Konkerda ini kepada seluruh pengurus untuk segera ditindaklanjuti. Ini sangat penting agar para calon peserta UKW sudah benar-benar memahami regulasi yang diatur dalam PD/PRT PWI,” ujar Swedy.
Ia juga menegaskan komitmen PWI Minut mendukung setiap agenda organisasi sambil terus menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Anggota PWI Minut, Jemmy Manopode, menekankan pelatihan Pra-UKW ini bukan sekadar ajang latihan teknis, tetapi juga sarana untuk pendalaman Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Menurutnya, KEJ adalah fondasi tak tergantikan dalam setiap langkah praktik jurnalistik, mulai dari wawancara hingga proses penulisan berita.
“Pra-UKW itu bukan cuma soal latihan teknis, tapi ini adalah landasan etika bagi wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya,” jelas Jemmy, yang didampingi oleh wartawan senior sekaligus mantan Ketua PWI Kota Bitung, Christian Wayongkere.
Kehadiran wartawan senior Nando Adam dalam Konkerda ini juga menandai dukungan kuat terhadap program-program PWI.
Nando menyambut baik seluruh inisiatif yang muncul dari Konkerda, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan.
“Kemitraan yang sudah terjalin baik dengan Pemkab Minut, di bawah kepemimpinan Pak Bupati Joune Ganda dan Pak Wakil Bupati Kevin Lotulung, harus terus dijaga. Kolaborasi ini sangat penting, namun kita harus ingat, fungsi wartawan sebagai kontrol sosial tidak boleh hilang,” pesan Nando.
Ia menambahkan pelatihan jurnalistik sebagai rangkaian menuju UKW adalah langkah yang sangat tepat dan patut didukung oleh semua pihak.
“Sebagai wartawan senior, saya mendukung penuh langkah PWI Minut untuk menggelar pelatihan jurnalistik ini,” pungkas Nando.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, PWI Minahasa Utara siap mencetak wartawan yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika jurnalistik demi menghasilkan karya berkualitas dan informasi yang akurat bagi masyarakat.
(***/Alfrits Semen)
