
Olly Dondokambey (OD), putra Sulawesi Utara, yang saat ini menjabat Gubernur Propinsi Sulawesi Utara periode kedua, lahir di Manado, pada 18 November 1961.
Dalam pendidikan, OD meraih S1 (SE) pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Widya, Jakarta, 1997.
Saat remaja, OD sudah tertarik dengan politik, dimana menurut ceritanya, saat Penulis sebagai Jurkam (juru kampanye) nasional dari PDI (sekarang bernama PDI-Perjuangan-PDIP) berkampanye di Tikala Banjer Manado dalam Pemilu 1977, OD hadir dalam kampanye tersebut.
Dengan cerita ini, Penulis berkesan bahwa OD sudah tertarik dengan dunia politik pada usia masih remaja (16 thn).
Hal itu dibuktikan OD dalam perjalanan karir politiknya yang gemilang.
Berawal dari calon legislatif dalam Pemilu 2004, OD terpilih sebagai anggota DPR-RI dari PDIP, menjadi anggota Komisi XI (membidangi Keuangan dan Perbankan), dan setahun kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XI.
Tahun 2009 OD kembali mencalonkan diri dan terpilih menjadi wakil rakyat untuk periode 2009-2014.
OD yang dikenal sangat ramah dan murah senyum, kembali mendapat kepercayaan rakyat Sulut. Sama seperti periode sebelumnya, Ia kembali duduk di Komisi XI dan dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran.
OD kembali terpilih menjadi wakil rakyat periode 2014-2019.
Dari 560 anggota DPR, menempati peringkat 7 wakil rakyat yang mendapat suara terbanyak dengan meraup 237.620 suara. Disamping karir politiknya sebagai Anggota legislatif sejak 2004 s/d 2016, karir politik OD dalam kepemimpinan partai juga cemerlang.
Sejak Kongres PDI masing-masing tahun 2010, 2015 dan 2019, OD selalu terpilih sebagai Bendahara Umum DPP-PDI dan masuk ring satu dalam kepemimpinan partai artinya turut serta menentukan kebijakan-kebijakan strategis partai.
Kemudian, dalam karir pemerintahan, tak kalah pentingnya, sangat bersinar, karena pada Pilkada Pemilu 2015, OD terpilih sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Utara dari PDIP berpasangan dengan Steven Kandouw, sebagai Wakil Gubernur, memenangkan pesaingnya masing-masing Benny Mamoto berpasangan dengan David Bobihoe Akib serta pasangan Maya Rumantir dan Glenny Kairupan, dengan menang mutlak sebesar 51,41% dari jumlah suara sah sebanyak 1.258.948.
Kemenangan mutlak ini diraih kembali Olly Dondokamber-Steven Kandouw pada Pilkada 9 Desember 2020 melawan pesaingnya masing-masing Christiany Eugenia Paruntu berpasangan dengan Sehan Salim Landja dan Vonnie Anneke Panambunan berpasangan dengan Hendry Corneles Mamengko Runtuwene dengan raihan suara 57,1% dari suara sah sebesar 1.438.587.
Berbagai Prestasi
Selama 7 tahun OD (2016-2023) menjadi Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, (didampingi dan didukung oleh Steven Kandouw sebagai Wakil Gubernur), maka berbagai prestasi telah diukir untuk kemajuan pembangunan daerah Sulawesi Utara, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain yang tidak semua dapat dibeberkan disini.
Yang menonjol antara lain: penerbangan langsung keluar negeri yang menjadi mimpi lama masyarakat Sulut yang menghendaki barang ekspornya langsung menuju Jepang dan China, terwujud.
Penurunan angka kemiskinan di Sulut dari angka 8,9% tahun 2016 menjadi 7,25% tahun 2019.
Pertumbuhan ekonomi Sulut: 6 persen. Di atas pertumbuhan nasional: 5 persen.
Turis luar negeri yang ke Sulut hampir 200 ribu orang pada 2019. Bandingkan tahun 2018 yang mencapai 40 ribu.
Mampu menstabilkan harga kopra dan cengkih; Mampu mempertahankan indeks pembangunan manusia Sulut di angka 72.
Mengcover jaminan sosial bagi 35.000 pekerja lintas agama dari Kristen, Islam, Hindu, Katolik, Budha dan Kong Hu Chu.
Pengerjaan Jalan Tol Manado Bitung (sudah selesai).
Pelebaran Proyek Manado outer ringroad.
Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Minahasa Utara.
Membangun Bendungan Lolak untuk mengairi lumbung beras Sulut di Bolmong.
Menghadirkan proyek perluasan Bandara Sam Ratulangi.
Pengembangan Pelabuhan Bitung.
Menghadirkan Rumah Sakit Mata Provinsi Sulut.
Menghadirkan Kanwil Bea Cukai Sulbagtara di Sulut. Sebelumnya Kanwil Bea Cukai hanya ada di Makassar.
Membuka rute penerbangan internasional ke Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Pertumbuhan kinerja di sektor pariwisata Sulut naik hingga 600 persen. Atas prestasi tersebut, Dalam 4 tahun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut meningkat 6 kali lipat.
Keberhasilannya menjadikan Manado sebagai hub kargo Indonesia Timur kegiatan ekspor ke Jepang. Ini ditandai adanya penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi menuju tujuan ekspor produk2 Provinsi Sulut yakni Jepang (Direct Call Export), begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen.
Padahal di provinsi lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.
Mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, disamping Likupang telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP), karena diyakini mampu mendongkrak industri pariwisata Indonesia di masa depan,dimana saat ini telah dan sedang dibangun berbagai fasilitas infra-struktur.
Mengirim SDM ke Tiongkok untuk mempelajari bahasa Tiongkok selama dua tahun.
Membangun tol hingga ke wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Pembangunan Bandar Udara Lolak; Pembangunan Kawasan Industri Bolmong (Kimong) dengan nilai investasi Rp30 triliun dengan perkiraan awal sebanyak 600 industri yang akan dibangun.
Jembatan yang menghubungkan Pulau Salibabu-Pulau Karakelang di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Berbagai Penghargaan
Atas berbagai prestasi yang diraih oleh OD tersebut, maka berbagai penghargaan diberikan oleh banyak pihak kepada OD.
Penghargaan itu antara lain:
Penghargaan Satya Lencana Aditya Karya Mahatva Yodha Award 2016 sebagai Pembina Umum Karang Taruna Terbaik Tingkat Provinsi 2016 untuk kategori pengentasan kemiskinan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menganugerahi Sulut sebagai ‘The Rising Destination of The Year 2019.
