
MANADO – Menanggapi rencana Pemkot memberlakukan pembatasan
pengoperasian angkutan kota, sejumlah supir angkot angkat bicara. Andri Lengkong, salah seorang sopir trayek Karombasan kepada beritamanado, Rabu (23/02), menyampaikan bahwa pemerintah terkesan mendiskreditkan sopir angkot, pasalnya sejumlah kebijakan yang diambil cenderung menyudutkan sopir angkot.
“Masalah kemacetan umumnya akibat mobil plat hitam, kami juga sadar bahwa beberapa sopir memang tidak taat lalulintas tapi itu akibat lemahnya pengawasan dan bukan kesalahan seluruh sopir,” ujar Lengkong.
Dia menambahkan, agar di sejumlah pusat perbelanjaan ada petugas yang berjaga. (mois)
