
Penulis: Alfrits Semen
Pemerintah diminta tidak menunggu persoalan masyarakat menjadi viral di media sosial sebelum turun tangan.
Di tengah kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah ketika masyarakat mulai menghadapi kesulitan air hingga ancaman terhadap kebutuhan pangan.
Pesan itu disampaikan Joune Ganda dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Pemkab Minahasa Utara, Robby Parengkuan pada perayaan HUT ke-168 Desa Paslaten, yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (9/9/2026).
Joune Ganda menyinggung perubahan pola komunikasi masyarakat di era media sosial.
Saat ini, keluhan warga dapat dengan cepat tersebar melalui Facebook maupun platform lainnya ketika persoalan di lapangan tidak segera mendapat respons.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah, bukan justru menunggu sebuah persoalan ramai di media sosial baru kemudian ditindaklanjuti.
“Jangan sampai masyarakat itu ada kekurangan air, apalagi kekurangan beras,” tegas Joune Ganda melalui Robby Parengkuan.
Joune Ganda mengatakan kemarau panjang menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi bersama.
Kondisi tersebut terutama perlu mendapat perhatian di wilayah pesisir yang berpotensi menghadapi persoalan ketersediaan air.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa dan kecamatan memperkuat pemantauan kondisi masyarakat di lapangan.
Jika terdapat warga yang membutuhkan bantuan, laporan dari tingkat desa harus segera dikoordinasikan ke kecamatan dan selanjutnya diteruskan kepada pemerintah kabupaten apabila membutuhkan intervensi lebih lanjut.
“Harus berkoordinasi dan bersinergi bagaimana kita mengatasi masalah-masalah yang ada di masyarakat ini. Masyarakat boleh merasakan bagaimana kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Joune Ganda menegaskan Pemkab Minahasa Utara siap berkolaborasi ketika pemerintah desa maupun kecamatan menemukan persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Bagi dia, kehadiran pemerintah tidak cukup hanya melalui koordinasi administratif.
Pemerintah harus memastikan persoalan yang dilaporkan benar-benar ditangani di lapangan.
Selain persoalan air, Joune Ganda juga menyinggung kondisi harga sejumlah komoditas pertanian yang mengalami kenaikan.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki lahan pertanian untuk tetap memanfaatkan peluang tersebut, terutama karena harga sejumlah hasil pertanian saat ini cukup baik.
Namun, kondisi tersebut juga harus diimbangi dengan perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang menjadi konsumen.
“Kalau ada hal-hal yang masyarakat rasakan dan membutuhkan bantuan dari pemerintah, kami dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap untuk berkolaborasi,” katanya.
Menurut Joune Ganda, tantangan seperti kemarau, ketersediaan air dan pangan tidak dapat dihadapi oleh pemerintah sendirian.
Dibutuhkan keterlibatan pemerintah desa, kecamatan, tokoh agama, kelompok masyarakat serta seluruh elemen desa.
Dalam sambutannya, Joune Ganda juga mengingatkan agar HUT ke-168 Desa Paslaten tidak hanya dimaknai sebagai agenda perayaan.
Momentum tersebut, tambah dia, harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan desa sekaligus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun Desa Paslaten.
