Minahasa

Jaga Kamtibmas Dimulai dari Lingkungan, Adrie Kamasi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian

Jaga Kamtibmas Dimulai dari Lingkungan, Adrie Kamasi Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian
Adrie Kamasi

Penulis: Frangki Wullur I Tondano

Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menjaga lingkungan tetap aman dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Adrie Kamasi, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Menurutnya, suasana aman akan tercipta apabila masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar.

ADVERTISEMENT

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak menunggu sampai terjadi persoalan baru kemudian bertindak,” ujar Adrie.

Ia mengatakan, terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Pertama, memperkuat komunikasi dan kepedulian antarwarga. Masyarakat perlu membangun hubungan yang baik dengan tetangga dan lingkungan sekitar. Komunikasi yang terbuka dapat membantu mendeteksi persoalan lebih awal sekaligus mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik.

Kedua, mengaktifkan kembali semangat gotong royong dan kegiatan lingkungan. Lingkungan yang warganya saling mengenal dan aktif berinteraksi cenderung lebih mudah menjaga keamanan. Kegiatan seperti kerja bakti, ronda atau sistem keamanan lingkungan dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan.

Ketiga, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah perkembangan media sosial, masyarakat perlu lebih kritis sebelum menyebarkan informasi, terutama informasi yang berkaitan dengan konflik, isu kriminalitas maupun persoalan sosial.

“Jangan mudah percaya dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Periksa dulu kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru memicu keresahan dan mengganggu kerukunan masyarakat,” kata Adrie.

Keempat, segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada pihak yang berwenang. Masyarakat tidak perlu mengambil tindakan sendiri apabila menemukan persoalan yang berpotensi membahayakan keamanan. Koordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan, aparat kepolisian maupun unsur terkait menjadi langkah yang lebih tepat.

Kelima, menjaga lingkungan dari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban. Masyarakat perlu memiliki keberanian untuk saling mengingatkan secara bijaksana, terutama terhadap tindakan yang dapat merugikan orang lain atau menimbulkan keresahan.

Adrie juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap generasi muda. Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan ruang positif bagi anak-anak dan kaum muda agar terhindar dari berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan.

“Kita harus menjaga anak-anak dan generasi muda kita. Berikan mereka ruang untuk berkegiatan, berkarya dan mengembangkan potensi. Jangan biarkan mereka kehilangan arah karena kurangnya perhatian dari lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terciptanya kamtibmas tidak harus selalu dimulai melalui langkah besar. Justru, kebiasaan sederhana seperti menghormati tetangga, menjaga ucapan, menaati aturan, tidak menyebarkan hoaks, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan peduli terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan.

“Kalau setiap warga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya masing-masing, maka keamanan akan menjadi budaya bersama. Kamtibmas jangan hanya dipandang sebagai tugas aparat, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” pungkas Adrie.

Dengan demikian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga, tetangga, lingkungan tempat tinggal hingga desa dan kelurahan. Ketika kepedulian, komunikasi dan gotong royong terus diperkuat, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini dan suasana masyarakat yang aman serta kondusif dapat dipertahankan.