
MINSEL – Sering diguncang kampanye hitam (Black campaign) dan teror tidak menyurutkan calon Bupati Minahasa Selatan dari PDI-Perjuangan, Farry Freyke Liwe (FFL) patah arang.
FFL berkomitmen terus maju dengan mengedepankan etika berpolitik, “soal teror dan black campaign itu hal biasa, saya tetap maju, niat saya cuma satu, berkarya demi kesejahteraan masyarakat Minsel,” ujarnya.
FFL mengaku beberapa kali mendapat ancaman teror, seperti mobil yang ditumpangi FFL pernah dilempari massa tak dikenal. Ditengara sudah direncanakan karena menggunakan posisi dan waktu yang tepat. (JRY)
