Tomohon – Kembali pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara mendapat sorotan warga. Setelah selama ini rumah sakit yang ada di Manado dan kinerja para dokter yang mendapat sorotan tajam warga, kini sorotan beralih ke rumah sakit Bethesda yang ada di kota Tomohon. Kasus rabies yang terjadi 3 bulan lalu terhadap almarhum FK tidak diberitahukan kepada keluarga maupun pihak pemerintah desa yag bersangkutan. Akibat kelalaian ini, istri korban yang rupanya terjangkiti penyakit ini meninggal dunia Kamis pekan lalu dan telah dimakamkan pada hari Minggu (27/5).
“Cukuplah orang tua kami yang menjadi korban, jangan ada yang lain. Sangat disayangkan perilaku RS Bethesda Tomohon yang tidak pro aktif,” ungkap Debby Kapoyos anak korban. Babeng Karamoy, seorang warga menambahkan bahwa almarhum FK rupanya 3 bulan lalu meninggal karena rabies. Keluarga korban membawa jenasahnya pulang dan menganggap korban sakit jantung karena tidak ada informasi dari pihak rumah-sakit. Akibat tidak ada informasi istri korban ikut meninggal minggu yang lalu.
“Dengan tidak memberikan informasi kepada keluarga maka sama saja rumah-sakit Bethesda membiarkan wabah tersebut ada di desa kami,” tambah Babeng.
Sangat disayangkan memang, yang lebih memiriskan saat keluarga korban meminta untuk di vaksin sebagai pencegahan, pihak rumah-sakit memberikan keterangan yang menakutkan dengan mengatakan akan timbul radang otak, tapi kalau tidak disuntik maka akibatnya adalah meninggal dunia.
“Keluarga coba cek ke Manado dan ternyata tidak segawat seperti yang disampaikan, dan saat ini warga desa kami banyak yang mengalami ketakutan yang berlebihan mengenai rabies ini. Kami harap pemerintah dapat melakukan sosialisasi dan melakukan vaksin dan kami akan membantu karena ini menyangkut nyawa banyak orang,” tambah Debby.
Dari informasi yang diterima dari pemerintah desa, puskesmas dan dinkes Minahasa, dalam waktu dekat ini pihak puskesmas yang ditunjuk akan melakukan vaksin terhadap hewan serta sosialisasi kepada masyarakat. Kembali tamparan keras bagi pihak kesehatan maupun pihak rumah-sakit agar lebih serius memperhatikan nyawa manusia, bukan sekedar sudah melayani tapi melayani sesama seperti diri sendiri itu yang perlu diutamakan. (hnc)
