Politik dan Pemerintahan

Bukan Dicurangi, Bambang Pacul Beber Penyebab Ganjar Kalah Telak di Kandang Banteng

Bukan Dicurangi, Bambang Pacul Beber Penyebab Ganjar Kalah Telak di Kandang Banteng
Ilustrasi Pasangan Capres-Cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo (kiri) dan Mahfud MD (kanan). Bambang Pacul sebut Ganjar-Mahfud kalah bukan karena dicurangi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Jakarta, BeritaManado.com — Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Pacul, mengeluarkan pernyataan menarik perihal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di wilayah Jawa Tengah.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, Bambang mengungkap penyebab utama kekalahan pasangan calon (paslon) 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menariknya, Bambang Pacul membantah jika kekalahan paslon yang diusung PDIP itu di kandang banteng karena dicurangi oleh paslon lain.

Kekalahan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah yang mengejutkan sontak melahirkan berbagai argumen, mengingat Jawa Tengah selama ini merupakan wilayah basis PDIP.

Bahkan, tak sedikit yang beranggapan bahwa kalahnya Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah karena faktor ikut campurnya pemerintah yang membela paslon Prabowo-Gibran.

Bambang Pacul, sebagai Ketua PDIP Jawa Tengah pun mengaku langsung melakukan evaluasi ketika mengetahui Ganjar-Mahfud kalah di Jawa Tengah.

“Komandan lapangan setelah selesai pertempuran harus melakukan post mortem. Harus dicek lapangan kenapa bisa sampai seperti ini, kalah apa saya, di mana mereka bisa mengalahkan saya?” ujar Bambang Pacul dikutip dari Youtube Deddy Corbuzier.

“Kan katanya curang?” timpal Deddy.

“Nggak pak,” tegas Bambang Pacul.

Menurut dia, analisis telah dilakukan pihaknya perihal kenapa Ganjar-Mahfud kalah di 38 provinsi di Indonesia.

Bambang Pacul mengungkap bahwa hasil analisis di Jawa Tengah, kekalahan Ganjar-Mahfud karena faktor strategi.

“Analisis dulu pak, 38 provinsi rontok semua kaya ke serang badai. Gile ini kekuatan apa? Kita lakukan hipotesis dulu. Kita analisis dulu. Kita jangan reaksioner dulu. Di mana kita kalah? Strateginya,” tutur Bambang.

Bambang mengatakan bahwa Dari 35 kabupaten di Jawa Tengah, Ganjar-Mahfud hanya menang di dua daerah, yaitu Wonogiri dan Boyolali.

Pukulan sehebat ini, kata dia, hanya ada dua sebab.

Pertama karena aksi curang yang masif atau kedua aksi tempur yang masif.

“Kami Analisis dulu. Akhirnya sampai pada kesimpulan kami kalah kelas. Komandan tempur mereka kelas A,” ujar Bambang Pacul.

“Jadi bapak mengatakan kalahnya Ganjar bukan karena kecurangan?” tanya Deddy meminta ketegasan Bambang Pacul.

Bambang pun kembali menegaskan, kalahnya Ganjar bukan karena kecurangan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara