COVID19

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Matindas Rumambi: Ayo Gotong-Royong Perangi Pandemi!

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Matindas Rumambi: Ayo Gotong-Royong Perangi Pandemi!
Pelaksanaan reses di jemaat GPID Manunggal Palu. Foto: Ist

Manado, BeritaManado.com — Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Matindas J Rumambi kembali berbagi berkat.

Matindas memberikan 2000 paket sembako di sejumlah titik Kota Palu pada kesempatan reses 23-31 Juli 2021.

Matindas mengatakan, masa reses merupakan waktu bagi wakil rakyat bekerja di luar gedung DPR.

ADVERTISEMENT

Itu dilakukan dengan menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (dapil) masing-masing.

Tentu saja, kata Rumambi, momen ini sekaligus menjaring dan menampung aspirasi konstituen dalam fungsi pengawasan.

Reses, bagi Matindas, juga merupakan pertanggung jawaban moral  politis anggota legislatif sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

“Aspirasi terbanyak adalah keluhan dan kesulitan warga di masa pandemi ini,” beber Rumambi.

Ia mengakui, peningkatan kasus Covid-19 mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat khususnya wilayah perkotaan.

Apalagi mayoritas penduduknya adalah pekerja sektor formal.

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Matindas Rumambi: Ayo Gotong-Royong Perangi Pandemi!
Pada kesempatan reses, Matindas turut berbagi berkat dengan memberikan ribuan paket sembako di berbagai titik Kota Palu. Foto: Ist

Menurut dia, kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 turut berimplikasi pada terbatasnya akses pekerjaan, mobilisasi warga, bahkan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Kondisi ini, lanjut Matindas, perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan.

 “Sekalipun masyarakat tidak bekerja, minimal kebutuhan pokok mereka terpenuhi di masa darurat seperti sekarang,” terangnya.

 Anggota Komisi VII DPR-RI ini mengajak seluruh komponen masyarakat gotong-royong menghadapi pandemi dengan cara menerapkan protokol kesehatan ketat, mengurangi mobilitas dan saling membantu satu sama lain.

“Kebersamaan adalah satu-satunya cara agar kita dapat keluar dari krisis ini,” tandasnya.

(***/Alfrits Semen)