MANADO – Peristiwa tanggal 10 November di kota Surabaya yang kemudian dikenal dengan Hari Pahlawan Nasional sudah memasuki babakan baru dalam bingkai kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa heroik kala itu yang seharusnya selalu termanifestasi dalam gerak juang seluruh lapisan rakyat di negeri ini, untuk menjadi pijakan dalam pembangunan Indonesia yang didambakan oleh para pahlawan.
Namun ada pemandangan menarik di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada hari ini. Pantauan beritamanado, kampus yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan apresiasi bagi seluruh pahlawan bahkan secara khusus pahlawan-pahlawan Sulawesi Utara, tidak ada riuk pikuk.
“Mestinya dunia kampus dalam hal ini mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif, minimallah mengekspresikan melalui kajian ilmiah ataupun seminar yang merefleksikan perjuangan para pahlawan,” papar salah satu Alumni Unsrat yang berinisial AL.
“Entah ini sebuah sistem yang mencoba membungkam kreatifitas mahasiswa ataukah sengaja dilakukan oleh mahasiswa,” lanjut alumni FISIP Unsrat ini.
Sekedar informasi, bukan hanya pada persoalan tidak adanya kegiatan yang merefleksikan para pejuang-pejuang nasional, namun sangat menyedihkan ketika watawan media ini mencoba menanyakan kepada beberapa mahasiswa tentang tanggal 10 November ini, banyak yang tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Pahlawan. Yang diketahui mereka bahwa tanggal 10 adalah hari ke sepuluh di bulan ini. (gn)
