BeritaManado.com

Pansus RTRW DPRD Manado Temukan Kawasan Pertanian Disulap Menjadi Pemukiman

November 02
08:35 2017
Hengky Kawalo

Ketua Pansus Ranperda RTRW, Hengky Kawalo (berkemeja merah).

 

Manado, BeritaManado.com – Pembangunan Perumahan Casa De Viola milik Grand Kawanua, dan Rumah Sakit Hermina di Paniki, serta Perumahan Tokoh-tokoh Agama di Bengkol menjadi polemik.

Berdasarkan hasil turun lapangan (turlap) yang dipimpin ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Manado tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RTRW, Hengky Kawalo, didampinggi Sekertaris Pansus Royke Anter ternyata pembangunan tersebut tidak mengantongi izin.

“Kami temukan bahwa banyak kawasan pertanian disulap menjadi pemukiman bisnis seperti Perumahan Casa De viola milik Grand Kawanua dan Rumah Sakit Hermina,” kata Hengky Kawalo, usai turlap Rabu (1/10/2017).

Menurut Hengky Kawalo, dalam revisi RTRW yang baru pansus seakan digiring untuk menjadikan kawasan pertanian ke pemukiman.

“Padahal pidato Presiden, kawasan pertanian adalah penyangga ekonomi dan sumber pangan Indonesia. Setidaknya ini menjadi korelasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” terang Hengky Kawalo.

 

Hengky Kawalo2

Ketua Pansus RTRW Hengky Kawalo (berkemeja merah) bersama Sekretaris Pansus Royke Anter (kanan).

 

Sementara itu, Benny Parasan berpendapat bahwa kasus ini perlu diungkap, karena sebelum ada penetapan mestinya ada kajian.

“Kajian Pansus bersama eksekutif lebih dari setengah kawasan yang sementara dibangun tidak memiliki izin, berarti ada indikasi permainan ditingkat elit,” ungkap Benny Parasan yang juga anggota pansus RTRW.

Benny Parasan berpendapat bahwa Perda RTRW merupakan sesuatu yang komprehensif dilihat secara matang bukan parsial.

“Untuk¬† itu saya sebagai anggota pansus akan menolak Perda RTRW ini, mengingat ini sudah termasuk pidana karena sudah tidak sesuai dengan perda RTRW,” pungkasnya.

Turut serta dalam turlap, anggota pansus Benny Parasan, Stenly Tamo, Abdul Wahid Ibrahim, Mohammad Wongso, Jimmy Sangkay, Sonny Lela, Fanny Mantali, dan Markho Tampi bersama Pemerintah Kota Manado.

(Anes Tumengkol)

 

Baca juga berita terkait:

 

 

 

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment