BeritaManado.com

Gunung Klabat Kembali Dikeruk, NOLDY LUNTUNGAN: Kami Sudah Punya Izin

August 31
09:54 2017
Pengerukan di kaki Gunung Klabat.(foto: dokumentasi warga)

Pengerukan di kaki Gunung Klabat.(foto: dokumentasi warga)

 

Kauditan-Setelah beberapa waktu lalu sudah ditutup serta dipasangai garis polisi atau police line, aktifitas galian C di bukit belakang Perum Griya Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan kembali tampak normal.

Menurut informasi warga setempat, dalam beberapa minggu belakangan ini terlihat proses pengambilan material baik batu, tanah maupun pasir yang diangkut beberapa truk.

Dikeruknya kembali kaki Gunung Klabat ini sontak menimbulkan sorotan warga, khususnya yang bermukim di kompleks perumahan.

“Kan sudah dilarang ada galian C di Gunung Klabat. Kami takut terjadi longsor disini,” keluh sejumlah warga setepat.

Noldy Luntungan selaku pemilik galian C, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya sudah ditutup karena terkendala izin.

“Namun sekarang dokumen perizinannya sudah lengkap. Kami sudah lengkapi sesuai aturan sehingga sudah boleh beroperasi kembali,” ujar pria yang akrab disapa Ody.

Ia pun meminta masyarakat untuk mengecek langsung keabsahan dokumen izin ke Dinas Pertambangan Provinsi.

Aktifitas galian C di belakang Perumahan Griya Agape.(foto: dokumentasi warga)

Aktifitas galian C di belakang Perumahan Griya Agape.(foto: dokumentasi warga)

 

Terpisah, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, saat dimintai tanggapan soal kembali beroperasinya galian C milik Noldy Luntungan, menyerahkan masalah ini ke Polda Sulut.

“Oh, Galian C itu ditangani Polda Sulut. Walaupun ini masuk wilayah hukum Polres Minut, penanganannya dilakukan oleh Polda Sulut,” ujar Pattiwael.(findamuhtar)

 

2 Comments

  1. Tuama Leos September 11, 12:27

    Makanya walopun Ijin itu dari Pemprov perum agape dgan Odi harus memperhatikan lei itu lingkungan sekitar !!
    Musti patuh dan tunduk pada pemkab Minut !! Jangan sampe jadi badan usha kumabal !!!

    Reply to this comment
  2. Tuama Tumaluntung August 31, 12:15

    Lokasi berada diatas Perum AGAPE berarti sudah di kaki Gn Klabat…. Dampaknya bisa terjadi Banjir Bandang/Erosi/Tanah longsor. BPLH minut atau siapa yg memberi ijin harus dilaporkan. Klu di Polda tidak dapat menanganinya laporkan saja ke Bareskrim POLRI..

    Reply to this comment

Write a Comment