Mei
Stefanus Vreeke Runtu

Tas Ibu Muda di Jabret Mr X

Manado – Jambret di daerah ini sudah mulai merejalela, herannya rata-rata korbannya perempuan yang sedang membawa tas yang sudah dincar dari kejauhan.
Informasi dihimpun menyebutkan Magdalena Tumoka (39) ibu rumah-tangga ini merupakan korban jambret yang dilakukan orang yang belum diketahui identitasnya.

Awalnya, setelah selesai berbelanja di Gelael ia hendak pulang menunggu mikrolet , namun saat melintasi jalan di depan Pos Polisi  Rike, tiba-tiba motor yang dikendarai pelaku langsung menarik tasnya.

Kontan saja ia memeberikan perlawanan, namun apa daya kekuatan pelaku lebih kuat sehingga berhasil menarik tasnya dan langsung kabur entah kemana.

Sehingga tas yang berisi uang dan surat-surat, Handphone Flexi dan Sony Erickson serta Alkitab raib dan mengalami kerugian sekitar 2jutaan. Ketika itu pula ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Poltabes Manado.

Ketika dikonfirmasi Kapoltabe Manado, Kombes Pol Aridan Roeroe melalui Kepala SPK Plug C Iptu Jantje Supit memebenarkan adanya laporan tersebut.
“Diharapkan agar Masyarakat lebih berhati-hati saat berjalan kemanapun,” ungkap Supit  (is)

Bule Asal Scotlandia Mabuk, di Giring di Poltabes Manado

Manado – Guna menjaga keamanan Daerah Sulut, terlebih Pemerintah menyeruakan Daerah ini sebagai Pariwisata Dunia 2010, Polisi mendapatkan Bule dalam keadaan Mabuk sepoyongan di TKB.

Informasi dihimpun menyebutkan, pada mulanya Rabu (09/03/10) lalu , sekitar Pukul 23.00 Wita  Polisi melakukan Patroli dan mendapatkan seorang pria berasal dari Scotlandia yangmengaku bernama Ian James (28) dalam keadaan mabuk di Taman Kesatuan Bangsa (TKB).

Untungnya Polisi mendapatkan sehingga untuk menjaga tindak kejahatan yang tidak diinginkan, Polisi membawanya ke Poltabes Manado. Saat Polisi meminta keterangan ia didapatkan membawa minuman keras cap tikus yang dikemas dibotol aqua 1 liter yang didapat didalam tasnya.

Ketika itu pula ia sangat ketakutan dan langsung melarikan diri melompat bagai kesetanan. Petugas Piket dibikin kualahan atas ulahnya mencari, untungnya ia didapat di lorong yang tak jauh dalam keadaan tidur dirumput.

Singkat cerita, sesampai di Poltabes  Ia sudah kelihatan kelelahan dan langsung tidur. Ketika dikonfirmasi Kapoltabes, Kombes Pol Aridan Roeroe melalui Kepala SPK Plug A Ipda R Sahelangi membenarkan adanya kejadian tersebut. (is)

Pos Polantas di Belakang Jumbo Dibakar Mr X

Manado – Pembakar Pos yang dilakukan seseorang yang belum diketahui identitasnya alias Mr X, Selasa (09/03/10) kemarin, sekitar Pukukl 02.00 Wita. Kejadian ini menurut keterangan saksi di TKP, Pos Polisi yang berada di belakang Jumbo saat kejadian seorang pria yang mengendarai motor Yupiter MX tiba-tiba berhenti dan membawa sebuah botol yang diisi minyak tanah yang langsung dilemparkan di Pos tersebut.

Tak hitung tiga, pelaku setelah melakukan aksi langsung melarikan diri entah kemana. Melihat pembakar yang dilakukan pelaku kontan saja warga yang mengetahui langsung memadamkan api yang nyaris menghabiskan Pos tersebut (IS).

Kasus Cium Ketiak, Tante Selvi Dianiaya Keponakan Sendiri

Manado – Sial dialami Selvi Mambu (52). Pasalnya, oleh keponakannya sendiri MO alias Olan (28) warga Jalan Toar 6, korban dianiaya hingga tangan kanannya luka. Informasi yang dihimpun, Minggu (07/03/10) sekitar pukul 16.00 Wita ketika anaknya Agnes sedang memasak air di dapur, tiba-tiba pelaku datang dan menyuruh mencium ketiaknya, tentu hal itu dirasa aneh buat Agnes dan tentu tak menerima hal itu hingga langsung mengadu ke orang tuanya.

Ironisnya, teguran itu tak diterima pelaku, justru pelaku marah dan melempari denganpiring sehingga mengenai tangan korban. Menurut pengakuan korban, pelaku masih mempunyai hubungan darah dengannya, bahkan pelaku tinggal bersama dengannya sudah cukup lama, namun karena perbuatannya yang sering membuat keributan baik pada keluarga dan tetangga, makanya korban meminta Polisi memproses pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa ini.

Ketika dikonfirmasi Kapoltabes Manado, Kombes Pol Aridan Roroe melalui Kepala SPK Plug A Ipda R Sahelangi membenarkan adanya laporan tersebut. (is)

Lagi, Kajati Diminta Copot Kajari Tahuna

Manado – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Drs Arnold Angkouw SH, kembali diminta untuk segera mencopot jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tahuna Sinarta Sembiring SH, setelah dia memberikan penangguhan penahanan pada mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sangihe, Wilson Sinadia, yang tersangkut kasus korupsi.

Permintaan tersebut disuarakan sejumlah Tokoh Masyarakat Tahuna yang ada di Manado, seperti Andreas Managhupia, Reggy Janis dan Noldy Tamangendar. Mereka meminta Kajati segera melakukan pencopotan pada Kajari karena terbukti melindungi pelaku korupsi.

Tindakan Kajari Sangihe itu kata mereka lagi, telah mencoreng kewibawaan institusi Kejati Sulut dan komitmen Kajati selama ini, yang berjanji tak akan memberi penengguhan pada tersangka korupsi.

“Pecat saja  Kajari Tahuna,” pintah mereka.

Andreas Managhupia menyebut, pihaknya sangat prihatin dan mengecam keras tindakan yang dilakukan Kajari itu, karena setahu dia penanggguhan pada tersangka korupsi harus diiberikan dengan ijin Jaksa Agung RI dan melakukan konsultasi dengan Kajati setempat.

“Saya mendapat informasi dua hal itu tak dilakukan Sembiring,” tambahnya.

Sementara  itu Reggy Janis menyebut, jika itu dilakukan terus nantinya tak akan ada efek jera buat pelaku korupsi. “Seharusnya Kajari Tahuna bisa mencontohi Kajari Bitung dan Manado yang tidak menangguhkan penahanan terhadap tersangka kasus korupsi,” kata dia.

Atas kebijakan itu tokoh masyarakat Tahuna di Manado meminta Kajati Sulut mempertimbangkan jabatan dari Kajari tersebut, jika perlu kata dia dicopot saja.
“Kami minta Kejati Sulut mengambil alih penanganan kasus tersebut, karena kami kuatir penuntasan kasus itu akan berlarut larut hingga akan heppy ending,” tambahnya.

Diketahui, Senin (22/02) lalu, mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sangihe, Wilson Sinadia, tersangka kasus dugaan korupsi APBD Sangihe tahun 2007 senilai Rp 6,8 miliar, meninggalkan Lapas Tahuna setelah diberikan penangguhan penahanan. Sembiring sendiri ketika dikonfirmasi mengata-kan penangguhan
diberikan karena Wilson Sinadia telah mengembalikan uang sekitar Rp 267 juta yang diambilnya saat masih menjabat sebagai Kadispenda.(is)

Berkas Bule Pelaku Uang Palsu ke Kejati

Manado – Berkas kasus peredaran uang Euro palsu asal Peru Zumaeta Chavez Roosewelt (53) telah hampir rampung. Bahkan menurut Kasat Reskrim Poltabes Manado AKP Norman Sitindaon kepada wartawan pekan lalu, paling lambat Senin pekan depan berkas kasus ini telah rampung dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi.

“Berkas akan segera dilimpahkan ke Kejati Sulut, Senin pekan depan,” ujarnya.

Sitindaon mengatakan, kasus uang palsu mata uang Euro ini telah di konfirmasi ke pihak kedutaan Uni Eropa di Jakarta, namun belum mendapat tanggapan balik.

“Walau demikian prosesnya tetap terus berlangsung. Sedangkan system hukum yang dikenakan menggunakan sistim hukum Indonesia meski pelaku warga negara
asing. Pelaku akan terancam hukuman badan lima belas tahun penjara,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, dari hasil penyelidikan kasus yang telah berjalan hampir tiga bulan tersebut, sampai saat ini belum ditemukan bukti-bukti bila Zumaeta memiliki jaringan internasional. Sehingga diduga dalam aksinya, Zumaeta bekerja sendiri.

Bahwa dari pengakuan Zu-maeta, bahwa dirinya mendapat-kan uang Euro palsu yang telah merugikan beberapa hotel di Manado tersebut di Malaysia. Sedangkan pengedarannya di Indonesia khususnya di Manado karena nilai tukar mata uang Euro di sini lebih tinggi dari pada negara lain. Namun sayang aksinya tidak berlangsung lama karena keburu tercium polisi setelah mendapat pelaporan dari hotel yang merasa di rugikan.(is)

Selang Dua Hari Dua Bocah Tewas Di Jalan

LIKUPANG – Tanda awas bagi orang tua yang masih memiliki anak anak kecil, harus extra hati-hati mengawasi terutama yang rumahnya didekat jalan raya. Selang dua hari Minggu dan Senin tercatat dua bocah tewas tertabrak di jalan-raya.

Jalan-Raya Rawan Kecelakaan  (Foto Beritamanado)

Jalan-Raya Rawan Kecelakaan (Foto Beritamanado)

Pertama dialami Cicilia Patikuang, bocah berusia 7 tahun warga Desa Kokole Jaga 1, Kecamatan Likupang ini tewas mengenaskan digilas mobil Xenia bernopol DB 4576 AK yang dikemudikan Christ, warga Desa Pateten, Kecamatan Likupang Selatan. Cicilia tewas tertabrak saat menyeberang jalan diruas Desa Kokole sepulang bermain dari rumah temannya. Mobil yang melaju kencang menabrak bocah tersebut hingga terhempas beberapa meter. Korban akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas terdekat.

Kecelakaan kedua dialami Meichico Simon, bocah berusia 6 tahun, siswa kelas 1 SD GMIM IV Tomohon. Bocah malang ini tewas ditabrak mobil Grand Max bernopol DB 8592 BD yang dikemudikan Anneke, warga Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Peristiwa tragis ini terjadi Senin (08/03), sekitar pukul 10.00 WITA, tepat didepan sekolah korban saat menyeberang jalan. Informasi yang diterima media menyebutkan, mobil bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah Leilem menuju Pasar Tomohon, korban keluar secara tiba-tiba diantara beberapa mobil yang sedang parkir langsung menyeberang jalan dan tabrakan tak terelakkan. Korban dilarikan ke RS Gunung Maria namun nyawanya tidak tertolong yang akhirnya meninggal dunia.  (JRY)

Kasus Pencemaran Nama Baik Gubernur Masuk Tahap Penyidikan

Manado – Polda Sulut serius mengusut dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sulut Drs Sinyo H Sarundajang yang diajukan Pemprov Sulut. Ini dibuktikan dengan proses penyelidikan yang saat ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Demikian dikatakan Kapolda Sulut, Brigjen Pol Hertian Yunus melalui Kabid Humas, AKBP Benny Bella.

“Untuk Laporan pencemaran nama baik terhadap gubernur sudah masuk tahap penyidikan. Saat ini penyidik secara serius menangani kasus ini,” jelas Bella.  Saat ini penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi.

Menyangkut tersangka, kata Bella dalam waktu dekat segera ditetapkan. Laporan tersebut terkait selebaran kopian dari salah satu majalah bisnis dan hukum yang menguraikan tulisan berjudul ‘catatan hitam SHS’.

“Tindakan tersebut tidak etis. Sejumlah berita tudingan yang mengaitkan keterlibatan SHS dalam sejumlah kasus yang terjadi beberapa waktu lalu sangat mengganggu pemprov,” ujarnya.

Sesuai laporan yang dibawa langsung empat pejabat Pemprov Sulut masing-masing Sekretaris Provinsi Sulut, Drs Robby Mamuaja, Assisten I Bidang Pemerintahan, Drs HR Makagansa, Karo Humas dan Pemerintahan, Drs Roy Tumiwa MPd dan Karo Hukum, Christian Talumepa. Inti laporan menyangkut tudingan pendemo yang menuding
Sarundajang sebagai gubernur disinyalir terlibat dalam sejumlah kasus yang terjadi di daerah ini.(IS)

Polisi Tindak Tegas Pengemudi Mabuk, SIM Langsung Disita

MANADO – Polda Sulut akan berlakukan sanksi tegas bagi pengendara yang sudah mabuk. Tidak tanggung-tanggung pengendara yang sudah berbau alkohol akan langsung diamankan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) disita.

Ditlantas Polda Sulut, Kombes Drs Lilik Heri Setiadi kepada wartawan, Kamis (04/03) mengatakan, Ditlantas berencana menggelar operasi bersamaan Operasi Patuh kabupaten/kota, “yang kedapatan sudah berbau alkohol, SIMnya langsung ditahan,” tegas Lilik.

Lebih lanjut Lilik menjelaskan operasi patuh kali ini lebih menitikberatklan bagi pengemudi yang sudah mabuk atau sudah berbau alkohol karena akhir-akhir ini angka kecelakaan yang mengakibatkan kematian mengalami kenaikkan. Lebih memiriskan kebanyakan kecelakaan diakibatkan pengemudi sudah mabuk.  (JRY)

Lagi Polisi Tewas Ditabrak

AMURANG – Belum lama seorang polisi Sat Lantas Poltabes Manado tewas ditabrak mobil angkot dengan sopir mabuk di jalan Boulevard Manado. Kejadian yang sama dialami anggota Polsek Sinonsayang, Polres Minsel, Bripka Robby Mangalea berusia 42 tahun tewas ditabrak mobil tanki dengan pengemudi yang sudah mengantuk.

Kejadiannya, Selasa (02/03) dinihari sekitar pukul 04.50 WITA, di Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang. Korban yang mengendarai sepeda motor ditabrak mobil tanki dari arah Kota Kotamobagu menuju Manado, dikemudikan Joice Azar (40), warga Desa Tateli, Kecamatan Pineleng Minahasa.

Korban terseret mobil sekitar 200 meter yang akhirnya meninggal dunia dilokasi kejadian. Kepada wartawan tersangka mengaku sudah mengantuk saat mengendarai mobil.  (JRY)

IKLAN

Tetty Paruntu

BeritaManado - Monthly Statistics for January 2010: Daily Avg > : 70.000 hits
Dibaca lebih banyak orang setiap hari dari seluruh dunia! Tepat untuk promosikan usaha anda!
Iklan dan Promosi hubungi kami melalui form isian, klik disini


Log in - Hosted by Tadulako Hosting