Internasional

Perusahaan Energi Indonesia Buat Terobosan Perdana di Pameran Taiyuan Tiongkok

Perusahaan Energi Indonesia Buat Terobosan Perdana di Pameran Taiyuan Tiongkok
Para pebisnis Tiongkok menanyakan informasi tentang perusahaan-perusahaan Indonesia dalam ajang Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok 2026 di Taiyuan, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 4 September 2026. (Xinhua/Chen Zhihao)

TAIYUAN — Sejumlah Perusahaan Energi Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan tampil perdana pada ajang Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok 2026 di Provinsi Shanxi. Langkah strategis ini mempertegas komitmen tanah air dalam menjajaki teknologi modern dan memperluas jaringan bisnis global.

Antusiasme tinggi langsung menyelimuti area pameran Indonesia sejak hari pertama dibuka. Ratusan perwakilan bisnis asal Tiongkok memadati stan untuk menggali potensi kemitraan strategis. Profil serta visual pengoperasian bisnis dari berbagai korporasi Tanah Air terpampang jelas, menjadi daya tarik utama bagi para investor dan mitra potensial.

Kehadiran delegasi ini dipimpin langsung oleh Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia bersama Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia. Sebanyak 12 entitas bisnis terkemuka diboyong untuk memamerkan keunggulan di sektor produksi, jasa pertambangan, hingga langkah transisi energi.

ADVERTISEMENT

Keikutsertaan delegasi Tanah Air dalam Pameran Taiyuan kali ini membawa tema khusus, yakni “Memperdalam Kerja Sama Energi Tiongkok-Indonesia dan Mendorong Transformasi serta Pembangunan Hijau”.

Kontribusi para peserta tidak main-main. Anggota asosiasi yang berpartisipasi mewakili lebih dari 90 persen total produksi batu bara nasional sekaligus menguasai 85 persen pangsa jasa pertambangan di Indonesia.

Di antara deretan peserta, tampak 10 raksasa industri seperti Adaro, Bayan Resources, PAMA, BUMA, PPA, hingga ITMG. Kehadiran mereka mencakup ekosistem bisnis hulu ke hilir, mulai dari kontraktor tambang, produsen, pengelola pelabuhan logistik, perdagangan komoditas, hingga pengembang energi terbarukan.

Meski Indonesia memegang peranan kunci sebagai produsen batu bara dunia, ruang modernisasi teknologi pertambangan cerdas masih terbuka lebar. Sementara itu, Shanxi dikenal sebagai pusat energi Tiongkok yang gencar melakukan transformasi hijau berbasis karbon rendah.

Provinsi Shanxi berhasil mengembangkan ekosistem teknologi pertambangan cerdas, peralatan modern, dan pemanfaatan energi bersih. Momen di Taiyuan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha Tanah Air untuk menyerap inovasi sekaligus menggaet mitra bisnis.

Kunjungan langsung ke stan perusahaan Tiongkok menjadi agenda penting delegasi. Perhatian peserta Indonesia tertuju pada kecanggihan sistem tambang digital dan armada truk operasional berbasis listrik.

Perhelatan tahun ini mencatatkan rekor terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Memanfaatkan area seluas 60.000 meter persegi yang terbagi dalam 10 zona pameran, acara ini berhasil menyatukan lebih dari 400 perusahaan terkemuka dari berbagai negara.

Teknologi modern yang dipamerkan menuai apresiasi dari para pelaku industri Tanah Air.

“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Taiyuan. Saya sangat terkesan dengan perkembangan teknologi Tiongkok di sektor batu bara,” kata Liu Chen Zhi, perwakilan perusahaan energi Indonesia, setelah mengunjungi pameran tersebut. “Khususnya, peralatan pertambangan energi baru seperti truk listrik dan ekskavator listrik dapat memberikan bantuan yang cukup besar bagi operasi pertambangan batu bara di Indonesia.”

Peran area pameran Indonesia dinilai sangat vital sebagai sarana penghubung diplomasi ekonomi kedua negara.

Cao Xin, penghubung Tiongkok untuk delegasi Indonesia, mengatakan bahwa area pameran Indonesia bukan hanya menjadi jendela bagi perusahaan untuk memamerkan kekuatan mereka, tetapi juga menjadi jembatan untuk kerja sama energi praktis antara Tiongkok dan Indonesia.

“Kami berharap dapat memanfaatkan pameran energi ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan kerja sama yang lebih besar antara Shanxi dan Indonesia di bidang-bidang seperti pertambangan cerdas dan energi baru, serta untuk mencapai hasil yang lebih bermanfaat,” ujar Cao.

Peluang pasar di Indonesia turut memikat para investor lokal Shanxi. Seorang pengusaha bermarga Li dari perusahaan yang berkaitan dengan pertambangan batu bara Shanxi, yang mengunjungi area pameran Indonesia, mengatakan perusahaannya sangat tertarik dengan pasar Indonesia dan meyakini bahwa teknologi dan produknya yang matang dapat menjadi jembatan dalam kerja sama yang baik dengan perusahaan pertambangan batu bara Indonesia.

Tingginya minat pelaku usaha Tiongkok dirasakan langsung oleh peserta pameran selama kegiatan berlangsung.

Perwakilan Indonesia lainnya, Meichael Wind, mengatakan bahwa hampir 50 perusahaan Tiongkok yang terkait dengan industri batu bara telah menanyakan tentang pasar Indonesia dalam dua hari pertama pameran tersebut.

“Saya rasa ada banyak peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok,” katanya.

Di luar arena pameran, rombongan pengusaha Tanah Air menggelar pertemuan bisnis lanjutan dengan jajaran pimpinan Shanxi Coking Coal Group Co., Ltd. Pertemuan mendalam tersebut berfokus pada penjajakan peluang kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

“Kami berharap dapat membangun kerja sama di sektor energi dengan lebih banyak perusahaan Tiongkok dan mencapai hasil yang saling menguntungkan,” ujar Liu.

Langkah berani Perusahaan Energi Indonesia di ajang internasional ini menjadi batu loncatan penting menuju modernisasi industri energi nasional yang lebih ramah lingkungan.

(Konten ini dipublikasikan atas kerja sama BeritaManado.com dan Kantor Berita Xinhua).