Agama dan Pendidikan

Flora Kalalo: Amukan Guru Besar Itu Karena Sikap Diskriminasi Rektor

Manado – Banyaknya ketidaktransparan yang dilakukan oleh pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menyangkut dengan proses penyelenggaraan pemilihan senat universitas dan rapat-rapat keanggotaan senat dinilai oleh Dr Flora Kalalo SH MH merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para dosen unsrat mengamuk pada rapat senat beberapa waktu lalu.

“Kemelut Senat Unsrat sesungguhnya timbul dan berlangsung karena dipasungnya hak-hak dosen guru besar (profesor-red) dan dosen yang non guru besar oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi,” kata Flora Kalalo kepada beritamanado.

Menurutnya berdasarkan dengan keputusan PT TUN Makasar seharunya mereka mempunyai hak lebih, bukannya dikenakan tindakan deskriminasi oleh Rektor.

“Mereka kan mempunyai hak untuk dipilih dan memilih, jadi ketika hak-hak mereka dipasung pada saat proses penentuan pentingseperti rapat senat kemarin maka sudah selayaknya ada sikap penolakan secara represif,” kata Flora.

Ditambahkan juga oleh akademisi Fakultas Hukum ini bahwa seharusnya rektor jangan mengabaikan putusan-putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.(jkf)

Satu tanggapan untuk “Flora Kalalo: Amukan Guru Besar Itu Karena Sikap Diskriminasi Rektor”

  1. Selamat pagi, kisruh saat rapat unsrat saya ikuti dari media masda cetak mp elektronik setelah mdpt info dari kawan2 di Kampus. Setelah mencermati berbagai hal ttg proses pilrek dan masalah hukum yang sedang menimpa unsrat saya berangggapan bahwa kedua kelompok yang berbeda pendapat (Dr. Flora Kalalo, dkk vs Rektor Unsrat) memiliki interprestasi hukum yang tak sama. Hal ini adalah sah2 saja dalam era demokrasi. Namun, yang menjadi keprihatinan saya adalah cara menyampaikan pendapat dan mempertahankan kebenaran masih relatif yang di pegang oleh satu pihak yang mungkin tidak santun untuk setting akademik perguruan tinggi karena cenderung tidak dapat mengontrol diri, apalagi bila dikaitkan dengan latar belakang akademik mereka yang mengamuk tersebut. Sungguh sayang seribu sayang. Menurut saya, mungkin lebih arif bila dalam argumentasi tentang hal di atas, bola tidak terdapat kata sepakat maka dipersahkan menempuh jalur hukum sebagaimana uang selama ini ditempuh dan dimenangkan oleh pihak Dr. Flora, dkk. Menggebrak meja, melempar dokumen, dan menyebut kata2 yang bernada sarkastik kepads orang lain tampaknya perlu dicegah dan dihindari. Salam

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara