Manado, BeritaManado.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulut intens membangun pondasi kerukunan mulai dari usia remaja.
Kekinian, jajaran yang dipimpin Pdt Lucky Rumopa MTh itu, menggelar seminar bekerja sama dengan SMAN 9 Manado, Selasa (27/2/2024).
Kegiatan yang dihadiri ratusan siswa SMA ini mengangkat tema ‘Membangun Toleransi antar Pemuda’.
Di kesempatan ini, Pdt Lucky Rumopa mengajak generasi muda tetap menunjung tinggi nilai-nilai perbedaan, karena domain tersebut tidak sekadar menjadi tugas para elit.
Menurut Pdt Lucky, perbedaan adalah kekayaan bangsa Indonesia dan menjadi tiang kokoh merawat kerukunan.
“Saat ini sikap individualisme menjadi ancaman serius bagi negara. Itu menjadi tantangan yang harus generasi muda lawan,” tegasnya.
Pdt Lucky menegaskan, individualistik adalah ancaman dalam berbangsa dan bernegara.
Dikatakan, sikap mementingkan diri sendiri tidak boleh ditiru kaula muda, karena bukan merupakan ciri khas bangsa Indonesia, terlebih warga Sulut yang dikenal dengan budaya Mapalus.
“Manusia adalah makhluk sosial yang wajib hidup berdampingan. Kebersamaan dalam bermasysrakat adalah cara jitu memperkokoh kerukunan,” tandasnya.
Seminar turut dihadiri perwakilan tokoh agama dan para guru.
Acara juga dilengkapi dengan koor SMA Binsus Manado dan sejumlah lembaga agama.
Adapun penanggungjawab kegiatan Syuaib Solaiman, pengurus FKUB Sulut.
(Alfrits Semen)