Bisnis dan Ekonomi

Bawang dan Rica Pemicu Inflasi di Sulut

Rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut. (Foto BeritaManado.com)

Rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut. (Foto BeritaManado.com)

Manado – Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Eko Siswantoro menyatakan Inflasi yang mencapai 2,27 persen yang dipicu oleh. Produk bawang, rica dan tomat (Barito) sangat tinggi dan harus ada komitmen dari aparat terkait untuk meneliti apakah ada terjadi kartel sehingga inflasi ini cukup tinggi di Manado. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut di ruang WOC kantor gubernur.

“Terkait inflasi, ini dipicu oleh barito terutama bawang dan rica, pertanyaannya apakah terjadi kartel, kenapa harganya itu lebih tinggi, ini musti ada komitmen dari pihak kepolisian dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dimana mereka akan melakukan semacam penelitian terkait hal itu,” ujar Sekretaris TPID Provinsi Sulut.

Dia mencontohkan,untuk bawang stok secara nasional masih terjadi kelangkaan, untuk itu dia meminta supaya dilkukan koordiasi TPID dengan BPS soal lonjakan harga terutama dari Kabupaten/Kota.

“Harus ada data analisis defisit dan surplus Kabupaten/Kota juga diharapkan setiap Kabupaten/Kota membentukTPID karna baru Pemprov dan Kota Manado yang ada,” katanya.

Dia menjelaskan, koordinasi bersama stakeholder itu penting agar dapat digalakkan gerakan sentuh tanah ditengah krisis barito ini. Aparat juga diminta turun kelapangan untuk melakukan investigasi terhadap spekulan atau perusahaan yang melakukan praktek kartel. (rizath polii)

2 tanggapan untuk “Bawang dan Rica Pemicu Inflasi di Sulut”

  1. Ini contoh ketahanan pangan yg lemah dari pemerintah… Baru dia pe bumbu makanan pokok so beking krisis, apalagi dia pe makanan pokok.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara