Agama dan Pendidikan

Umat Katolik Langowan Diajak Refleksikan Makna Kedatangan Yesus

Umat Katolik Langowan Diajak Refleksikan Makna Kedatangan Yesus
Pastor Noldy Karamoy Pr saat membawakan renungan Hari Raya Natal

Langowan, BeritaManado.com — Umat Katolik Paroki St. Petrus Langowan diajak untuk melakukan refleksi batin tentang makna kedatangan Yesus  Kristus sebagai Juruselamat dunia.

Demikian inti pesan dalam Perayaan Ekakristi Hari Raya Natal yang disampaikan Pastor Paroki St Petrus Langowan Noldy Karamoy dalam renungannya.

Umat Katolik Langowan Diajak Refleksikan Makna Kedatangan Yesus
Kandang Natal di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Langowan

“Kita sebagai manusia harus senantiasa melakukan refleksi batin bahwa sejatinya Yesus lahir ke dunia ini sebagai terang yang menyidari kehidupan dari kegelapan dosa. Oleh karena itu setiap perayaan Natal, kita diajak juga untuk mensyukuri berkat Tuhan tersebut,” ungkap Pastor Noldy Karamoy.

Pada kesempatan tersebut, Pastor Noldy Karamoy juga mengajak Orang Muda Katolik (OMK) untuk mengambil inspirasi dari kegigihan Orang Majus yang terus berusaha mengikuti petunjuk bintang hingga bisa sampai kepada tujuan, yaitu menemukan Yesus yang lahir di kendang Betlehem.

Umat Katolik Langowan Diajak Refleksikan Makna Kedatangan Yesus
Pastor Noldy Karamoy saat menerima patung bayi Yesus setelah diarak oleh Keluarga Manitik-Supit dari Wilayah Rohani St. Matius Rasul

“Melalui kesempatan ini, mari kita juga terus menggumuli fenomena COVID-19 agar segera berakhir, sehingga umat dan masyarakat bisa beraktiivitas secara normal,” harapnya.

Sebelumnya, Perayaan Ekaristi Vigili Natal juga berlalngsung penuh sacral yang ditandai dengan perarakan patung bayi Yesus dari depan gereja menuju kendang Natal yang didekorasi dengan meriah.

Umat Katolik Langowan Diajak Refleksikan Makna Kedatangan Yesus
Kandang Natal di salah satu rumah umat Katolik Paroki St. Petrus Langowan

Pada bagian lain, pembuatan Kandang Natal baik di gereja maupun rumah-rumah umat sudah menjadi tradisi yang dilakukan beberapa hari sebelum Hari Raya Natal setiap tahun berjalan.

“Hal ini menggambarkan sekaligus menjadi ungkapan iman umat yang rindu untuk mendekatkan diri pada peristiwa bersejarah yang terjadi lebih dari 2.000 tahun silam, dimana Allah Bapa memenuhi janjinya untuk mengutus Juruselamat ke dunia ini yaitu Yesus yang disebut juga Mesias,” katanya.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara