Wisata dan Kuliner

Soekarno-Hatta Ditutup, 8 Penerbangan Jakarta-Manado Terdampak Abu Vulkanik

Soekarno-Hatta Ditutup, 8 Penerbangan Jakarta-Manado Terdampak Abu Vulkanik
Para penumpang tujuan Jakarta di Bandara Sam Ratulangi Manado

Editor: Sri Surya | Manado

Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) akibat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah penerbangan rute Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan NOTAM terbaru Nomor A3344/26 NOTAMR A3341/26, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinyatakan ditutup sementara akibat volcanic ash atau abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

Penutupan yang sebelumnya diperkirakan berlangsung hingga pukul 05.30 WIB diperpanjang sampai sekitar pukul 09.30 WIB.

Perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan.

Meski demikian, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado tetap beroperasi normal.

General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, S.T., M.T., mengatakan dampak yang dirasakan di Manado terutama berkaitan dengan penyesuaian operasional penerbangan akibat kondisi di Bandara Soekarno-Hatta.

“Bandara Sam Ratulangi Manado tetap beroperasi. Namun, terdapat sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta yang mengalami penyesuaian berupa penundaan maupun pembatalan sebagai dampak dari penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Radityo.

Hingga Minggu pagi pukul 06.30 WITA, terdapat delapan penerbangan pada rute Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta yang terpantau mengalami penyesuaian atau berpotensi terdampak.

Untuk penerbangan kedatangan dari Jakarta menuju Manado, Citilink QG300 dengan 145 penumpang masih berstatus sesuai jadwal.

Sementara Batik Air ID6274 dengan 90 penumpang dan ID6742 dengan 104 penumpang berstatus batal.

Garuda Indonesia GA606 yang membawa 95 penumpang mengalami keterlambatan.

Pada penerbangan keberangkatan dari Manado menuju Jakarta, Citilink QG301 dengan 175 penumpang dan Garuda Indonesia GA607 dengan 115 penumpang mengalami keterlambatan.

Batik Air ID6271 dengan 136 penumpang dan ID6743 dengan 118 penumpang berstatus batal.

Secara keseluruhan, terdapat 978 penumpang pada delapan penerbangan tersebut.

Penumpang dalam kondisi baik

Pihak Bandara Sam Ratulangi terus memantau kondisi penumpang yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

Penumpang yang terdampak dapat mengajukan refund atau melakukan re-schedule melalui Customer Service masing-masing maskapai yang tersedia di Bandara Sam Ratulangi Manado, sesuai ketentuan dan kebijakan maskapai.

Penumpang yang mengalami pembatalan maupun penundaan juga diarahkan untuk memperoleh informasi dan penanganan lebih lanjut dari Customer Service maskapai, termasuk mengenai perubahan jadwal, penerbangan pengganti, serta ketentuan pelayanan lainnya.

“Kami memastikan kondisi para penumpang dalam keadaan baik. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak maskapai agar penumpang mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan yang diperlukan selama menunggu kepastian penerbangan berikutnya,” kata Radityo.

Menurut Radityo, perubahan jadwal penerbangan merupakan bagian dari langkah mitigasi operasional dengan tetap mempertimbangkan keselamatan penerbangan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami tidak ingin mengambil keputusan yang mengabaikan faktor keselamatan hanya untuk mengejar ketepatan waktu penerbangan. Seluruh perkembangan akan kami monitor secara dinamis bersama maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, regulator, dan stakeholder terkait,” tegas Radityo.

Perpanjangan penutupan Bandara

Soekarno-Hatta juga berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, dan jadwal penerbangan berikutnya.

Karena itu, status penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi di Bandara Soekarno-Hatta, aktivitas Gunung Anak Krakatau, sebaran abu vulkanik, serta keputusan operasional maskapai dan layanan navigasi penerbangan.

Bandara Sam Ratulangi mengimbau calon penumpang rute Manado–Jakarta maupun Jakarta–Manado untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.

Penumpang juga diminta menghubungi Customer Service maskapai apabila penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan, tidak terburu-buru menuju bandara sebelum memperoleh kepastian status penerbangan apabila terjadi perubahan jadwal, serta mengikuti arahan petugas bandara dan maskapai selama berada di terminal.

“Kami mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai. Bandara Sam Ratulangi tetap beroperasi dan seluruh personel kami bersama stakeholder terkait terus melakukan monitoring serta koordinasi untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik,” jelas Radityo.