
Sonder, BeritaManado.com – Ratusan wisatawan mancanegara asal Nanjing di negeri tirai bambu Tiongkok (China), Rabu (2/4/2025) ‘menyerbu’ lokasi wisata alam pemandian air panas Rano Raindang di Desa Leilem Kecamatan Sonder.
Kedatangan sekitar 170-an wisatawan Tiongkok tersebut disambut oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Thelma Lapian dan jajaran serta Pemerintah dan ratusan masyarakat Desa Leilem.
Pantauan BeritaManado.com, para wisatawan saat tiba di Rano Raindang langsung dipandu oleh perangkat Desa Leilem dan petugas lainnya untuk untuk melakukan mengeksplorasi setiap bagian objek wisata yang identik dengan air panas belerang.
Meski sedikit gerimis, ratusan wisatawan Tiongkok tersebut tak berajan sedikitpun dari puncak Rano Raindang dengan pemandangan dua buah kawah di sebelah utara dengan air belerang yang mendidih dibawahnya.
Bahkan, ada beberapa orang wisatawan yang nekat melumuri wajahnya dengan lumpur belerang yang ada di salah satu bagian objek wisata Rano Raindang seperti sedang menggunakan masker.
Selain mengbadikan setiap sudut pandang objek wisata Rano Raindang, para wisatawan juga berinteraksi dengan warga setempat sambil disuguhi kuliner khas Minahasa seperti Kue Cucur, Apang dan Panada.
Kemudian ada juga yang terpesona dengan aneka oleh-oleh kuliner, sehingga semua yang dijual oleh warga habis tak tersisa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabpaten Minahasa Thelma Lapian mengatasnamakan Bupati Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang dan Sekretaris Daerah Lynda Watania mengucapkan terima kasih atas kedatangan para wisatawan Tiongkok di Minahasa khususnya objek wisata alam Rano Raindang Desa Leilem.
“Semoga momentum ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang, dengan kedatangan lebih banyak lagi wisatawan Tiongkok dan juga negara-negara lain,” ungkap Thelma Lapian.
Pada bagian yang sama, Yao salah satu wisatawan mengatakan bahwa mereka sangat senang melihat objek wisata Rano Raindang yang tidak ada di negara mereka.
“Beberapa teman saya mengatakan bahwa datang ke Minahasa dan Manado seperti ada di kampung sendiri, sebab di daerah ini ada banyak warga etnis Tiongkok. Kami juga mendapat kesan yang sangat baik, dimana warga disini sangat ramah dan berhati mulia. Kami akan pulang ke Tiongkok dan nanti mengajak mereka untuk datang ke tempat ini,” kata Yao.
Semetnara itu, Hukum Tua Desa Leilem Victor Roring mengaku sangat terkesand engan antusiasme wisatawan Tiongkok tersebut.
“Objek Wisata Rano Raindang ini operasionalnya dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Setelah kunjungan ini kami akan langsung melakukan beberapa pekerjaan untuk membuat tempat ini terlihat lebih baik. Ada beberapa fasilitas yang akan dilengkapi, sehingga dapat memenuhi standart sebagai objek wisata,” jelasnya.
(Frangki Wullur)