Bitung – Dukungan kader PKPI Kota Bitung dalam Pilkada nanti dikabarkan bakal tidak bulat terhadap pasangan calon yang telah direkomendasikan DPN PKPI. Hal itu diakibatkan karena calon yang direkomendasikan DPN bukanlah kader PKPI yang selama ini mengikuti tahapan pendaftaran dan penjaringan baka calon walikota dan wakil walikota yang telah digelar tim pejaringan DPK.
“Terus terang kami sangat kecewa dengan putusan DPN yang merekomendasikan calon diluar kader PKPI yang namanya telah diusulkan. Makanya kami sepakat untuk mengalihkan dukungan ke calon yang benar-benar dari kader PKPI,” kata salah satu pengurus DPC PKPI Kota Bitung yang meminta namanya tak dipublish, Minggu (26/7/2015).
Ia menyatakan, dari delapan PAC, ada lima PAC yang sudah sepakat untuk mengalihkan dukungan ke Santy Gerald Luntungan yang notabene adalah kader murni PKPI yang diakomodir partai lain berpasangan dengan Aryanti Baramuli Putri.
“Pak Santy adalah 100% kader PKPI dan dari awal mengikuti proses seleksi yang digelar tim penjaringan DPK PKPI Kota Bitung. Bahkan Pak Santy juga mengikuti uji kelayakan yang digelar DPN bersama kader PKPI lainnya, tapi anehnya tak diakomidir,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPK PKPI Kota Bitung, Veysco Dandel membantah jika pasangan Honandar-Kaloh hanya didukung satu PAC saja. Ia mengaku, beberapa waktu lalu ketika DPN resmi mengumumkan pasangan Honandar-Kaloh, sejumlah PAC menyatakan siap mendukung dan mengamankan putusan DPN.
“Makanya saya bingung, karena informasi PAC tidak akan mendukung pasangan calon yang telah direkomendasikan partai baru saya dengar hari ini. Yang jelas satahu saya semua PAC dan kader PKPI di Kota Bitung menyetujui putusan DPN tersebut,” kata Dandel.(abinenobm)