Airmadidi – Peristiwa langka terjadi di Kantor Bupati Minahasa Utara (Minut), Kamis (2/6/2016).
Maksud hati ingin berdemo menyampaikan aspirasi, puluhan pendemo malah ketiban durian runtuh, karena mendapat uang tunai sebanyak Rp10 juta dari Bupati Vonnie Anneke Panambunan.
Kejadiannya, sekitar pukul 11.00 Wita, saat puluhan buruh di PT Royal Coconut yang terletak di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, menyambangi kantor bupati dan kantor DPRD Minut guna menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam aksi demo karyawan PT Royal Coconut itu, 10 poin disampaikan dalam tuntutan demo, yang diterima Bupati Vonnie Anneke Panambunan serta Ketua Dekab Berty Kapojos.
“Kami minta perusahaan jangan merugikan karyawan, dengan sengaja mengurangi stok bahan pokok buah kelapa, sehingga memgurangi penghasilan karyawan dan akhirnya membuat karyawan tak betah sehingga mengundurkan diri. Begitu juga pihak perusahaan melakukan PHK secara sepihak padahal itu bertentangan dengan undang-undang ketenagakerja,” koar Koordinator Lapangan (Korlap) Jetmon.
Mendengar keluhan sejumlah pendemo, Bupati Vonnie Panambunan menanggapi serius.
“Kesejahteraan buruh itu akan ditindaklanjuti pemerintah, secepatnya akan kami panggil perusahaan itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada sejumlah buruh,” tegasnya.
Panambunan berjanji akan menindak tegas, kalau banyak pelanggaran yang dilakukan.
“Saya tak segan-segan untuk menindak jika ada pengusaha yang sengaja merugikan karyawan,” tukasnya di hadapan sejumlah pendemo sembari mengajak mereka untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam bekerja.
Di akhir pertemuan tersebut, bupati langsung memberikan uang tunai untuk dibagi kepada semua pendemo untuk membeli makan siang dan biaya transportasi.
Bantuan bupati pun diapresiasi seluruh buruh.
“Kami berterima kasih kepada bupati yang sudah menerima dan berjanji menindaklanjuti aspirasi kami. Baru kali ini ada demo lalu bupati memberi uang tunai bagi pendemo,” ujar sejumlah pendemo.(findamuhtar)