Berita Utama

F-PDIP Soroti Objek Wisata tak Terurus

F-PDIP Soroti Objek Wisata tak Terurus
dr Ivonne Bentelu mewakili Fraksi PDI-Perjuangan mengkritisi pengelolahan objek wisata oleh Pemprov Sulut (foto beritamanado)

MANADO – Meski menyatakan menerima pertanggungjawaban APBD provinsi tahun 2010, namun Fraksi PDI-Perjuangan memberikan catatan kritis kepada Pemprov Sulut terkait pengelolahan beberapa objek wisata di Sulawesi Utara. Rapat paripurna rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD 2010, Selasa (20/9) siang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

“Meski mengalami peningkatan retribusi fasilitas rekreasi objek-objek wisata seperti Taman Nasional Bunaken, Sumaru Endo Romboken dan Bukit Kasih Kanonang, kondisi infrastrkturnya kurang perhatian pemerintah,” tutur dr Ivonne Bentelu, mewakili Fraksi PDI-Perjuangan yang membacakan pemandangan umum fraksi

F-PDIP lanjut Bentelu, mempertanyakan sejauh mana langkah-langkah kongkrit pemerintah provinsi dalam membangun atau memperbaiki sarana dan pra sarana pada objek-objek wisata tersebut dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah.

Pihak pemprov yang hadir pada rapat paripurna diantaranya wagub Dr Djouhari Kansil, sekprov Siswa Rahmat Mokodongan serta sejumlah kepala SKPD. (jry)

 

11 tanggapan untuk “F-PDIP Soroti Objek Wisata tak Terurus”

  1. …WISATA ALAM PANTAI BUNAKEN SO NAFAS SATU-SATU..
    SO KURANG MO TUNGGU KOIT…!!!

    …SABANTAR SO KURANG TATINGGAL WISATA PASAR JENGKI DENG PASAR 45 DAN PASAR KAROMBASAN….!!!

  2. law enforcement…..law enforcement……law enforcement…..so pastiu kita SETIAP HARI lia org buang sampah seenaknya di kota manado kong nda di kasi fine…..krn semua dianggap fine2 aja tuch.

  3. Terus terang prof, tanpa di suruh pemerintah torang warga manado mempromosikan tu torang pe kota…Kita di kantor sini (France) sa-sadiki print tu pamflet (disain sandiri) tentang bunaken/Manado se se berbage orang EU..
    Bahkan pa kita pe email kerja ada link kecil mengenai keindahan bunaken. Mar so malo kita waktu teman kerja selia tu link TIME deng tu foto-foto bunaken yang kotor!….Bagimana lei ni pemda/pemkot????/

  4. termasuk perawatan Obyek Wisatqa Bukit Kasih yang saya dengan Alm AJ Sondakh gagas dan sudah berhasil menjadi ‘objek wisata religious, budaya dan juga ‘agrotourism’…..samapi sekarang masih saja tetap tourist mengunjungi Obyek Wisata Bukit Kasih ini….pernah sudah disediakan dana perawatamn Rp 1 milyard dari Pusat tapi konon dialihkan ke Tomohon…please Pak Gub. Pleae Pak Bupati Minahasa induk….mohon diperbaiki bukan karena ‘euphoria’ tapi karena hitung hitunganan ekonomi Pak….kalau obyek ini dirawat lebih baik, dengan management pengelolaan yang lebih baik…kan dampak ‘forward and backward linakges’ nya akan lebih signifikan kan?….salam hormat.

  5. Kita lebih mengharapkan ada terobosan2 dari pemerintah dan jangan terlalu banyak berharap dengan itu “look back into our self” nda bakal jalan itu – makan saja susah bagimana orang2 mau berfikir jernih dengan sampah?…
    Kenapa berharap dengan pemerintah? Karna pemerintah itu yang ada “doi” dan kekuasaan dan punya power untuk merubah keadaan dan yang di butuhkan yaitu kreativitas dari pemerintah sendiri. Banyak skali yang bisa di coba dan harus yang revolusioner sadiki jangan cuma tu program2 jumat bersih, kerja bakti dll yang bagi saya itu ide kampungan/ndeso..itu kan cuma buang sampah (tidak/pada tempat) kemudian bersih-bersih2 sama jo bohong..
    Pemerintah diharapkan supaya revolusioner sadiki dengan masalah sampah ini, gali idenya , teliti apa yang terbaik.

    Bisa saja dengan membagun manual/automatic “TRASH SCREENING”.
    Untukoperational berlakukan restribusi sampah yang tinggi buat penghuni bantaran sungai, nilai restribusi akan berangsur turun mengikuti jumlah produksi sampah di trash screening, penjara dan denda besar buat yang buang sampah ke sungai..

    Ekstrim sadiki kalau mau berubah, ekstrim idenya dan tindakannya..

  6. Itu sebabnya kita masih agak hati2 ketika mempromosikan Manado ke orang2 yg baru mo pertama kali datang ke Indonesia. Bbrp waktu lalu seorang teman Vietnam tanya, kira2 apa yg bagus dikunjungi di Indonesia. Kita jawab “Coba jo Bali”. Di Manado banyak org peduli pada lingkungan, sayang sekali sebagian besar dari mereka selalu berpikir “itu kwa pemerintah pe salah”. Jarang ada yg kemudian mau ‘look back into themselves’.

  7. @ adano : ouch…
    “consumption is on the rise here, but there is little
    cultural awareness when it comes to trash. There are
    not enough bins and the enforcement of anti-littering
    laws is lax”………..veeeeery true……
    btw, baru2 ini kita juga sempat foto kondisi muara sungai di jembatan boulevard antara mantos & mega mas. Mengerikan itu sampah2 dr kuala lgsg ke laut…..
    mmg cuma ada dua cara spy masyrakat sadar ttg sampah.
    1. musti banjir besar ulang ini manado
    2. lgsg denda org yg buang sampah tanpa kompromi dan pandang bulu…

  8. kayaknya pemprov musti studi banding ke lombok… buat meningkatkan potensi pulau bunaken… tapi ini beneran jangan cuman jalan-jalan… atau kasih jo pa swasta pasti lebih berkembang

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara