
Manado – Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan), memiliki komitmen menaikkan harga komoditi unggulan Sulut, seperti Cengkeh, Kopra dan Pala.
Hal ini ditegaskan Tetty, sapaan akrab CEP, Sabtu (14/11/2020) di Manado.
Bentuk komitmen pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara ini, adalah mengajak perwakilan perwakilan petani, untuk bersama sama menandatangani Pakta Integritas menaikkan harga Cengkeh, Kopra dan Pala.
“Saya dan pak Sehan sungguh serius untuk mendongkrak harga komoditi andalan Sulut ini, jika kami terpilih nanti. Ini bukan janji kosong, tapi kami berani menuangkannya secara tertulis, ditandatangani bersama sama dengan perwakilan petani Cengkih, Kopra dan Pala, karena komoditas komoditas ini, sudah merupakan jati diri orang Sulawesi Utara, yang memiliki sejarah panjang,” ujar Tetty.
Khusus masalah cengkeh, dijelaskan CEP, menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat, dari 2015 sampai 2019 luas area perkebunan cengkeh secara nasional, selalu mengalami peningkatan.
Pada 2018 luas area perkebunan untuk cengkeh yaitu 568.892 hektar.
Dari luasan tersebut sebagian besar sekitar 66.84% diusahakan oleh petani rakyat (perkebunan rakyat) yang dibudidayakan secara monokultur.
Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama masa pandemi ini kontribusi subsektor perkebunan dalam PDB (Produk Domestik Bruto) pada kuartal pertama 2020 sekitar 3.14% yang menunjukkan berada pada posisi pertama di sektor pertanian.
Pada kuartal kedua sekitar 3.9%, meningkat dari kuartal sebelumnya namun berada pada posisi kedua setelah subsektor tanaman pangan.
Sementara, data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat, total volume ekspor tanaman cengkeh Januari-Juli 2020 sekitar 17,22 ribu ton.
Angka ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, menunjukkan kenaikan sekitar 32,27%.
Walaupun Provinsi Sulawesi Utara memiliki luas tanaman cengkeh terluas di Indonesia serta Provinsi Maluku dengan produksi terbesar, tetapi yang menjadi pemasok cengkeh terbanyak untuk negara lain berasal dari Provinsi Jawa Timur.
Negara importir cengkeh cukup banyak, salah satunya India yang menjadi negara importir cengkeh terbesar.
Tercatat pada Juli 2020, Indonesia mengekspor cengkeh ke negara tersebut sekitar 736 ribu ton dengan nilai sebesar USD 2,49 juta.
“Berdasarkan data data diatas, seharusnya pemerintah Provinsi memiliki peran signifikan mencari solusi. Contohnya, Jawa Timur. Bahkan DKI yang tidak memiliki lahan perkebunan cengkeh, tercatat sebagai propinsi pengekspor. Kami optimis jika cengkeh memiliki prospek kedepan, sehingga sangat mungkin mendongkrak harga komoditi ini. Upaya sungguh sungguh melobi semua pemangku kepentingan termasuk negara negara importir, menjadi langkah awal kami. Jangan matikan harapan petani cengkeh!” beber Tetty bersemangat.
(***/rds)