Ratahan, BeritaManado.com — Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam setiap kontestasi politik selalu menghadirkan unsur kejutan yang tak terduga.
Teranyar, sejumlah nama populer pun diinformasikan mulai mendapat bidikan partai berlambang banteng ini, dimana menguat info bahwa personil Sekretariat DPD PDIP Sulawesi Utara (Sulut) diam-diam mengajak James Sumendap (JS) mendaftar di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Manado.
Hal ini sontak menepis kabar yang mengatakan bahwa JS tak diundang dan dapat dipastikan bakal menjadi kejutan yang luar biasa dalam Pilwalkot Manado.
Bahkan, ini membuktikan bahwa sang Gladiator Politik mendapat perhatian khusus dan porsi khusus dari Tim DPD PDIP Sulut, dengan ajakan khusus untuk mendaftar.
Terkait hal ini, Sekretaris DPD PDIP Sulut Franky Wongkar tidak membantah dan membenarkan bahwa sang Gladiator Politik julukan JS, bakal ikut penjaringan.
Menurutnya, JS diundang sesuai dengan perintah partai yang diatur dalam peraturan partai Nomor 24 Tahun 2017.
Franky Wongkar
James Sumendap adalah petugas partai dan sesuai instruksi diundang ikut penjaringan.
“Sesuai peraturan partai ada yang namanya perintah partai, misalnya dalam melakukan kegiatan-kegiatan pendaftaran. Nah JS adalah petugas partai dan sesuai instruksi partai dirinya diundang mengikuti penjaringan,” ungkap Franky Wongkar, Kamis (13/12/2019).
Adapun alasan Bupati Mitra ini mendapat undangan dikarenakan dirinya merupakan Figur sudah berhasil menjalankan program-program yang baik di Mitra sehingga sesuai perintah partai dirinya diikutkan dalam penjaringan.
“Sudah kami komunikasikan tadi untuk pemasukan formulir nanti,” katanya.
Selanjutnya Wakil Bupati Minsel ini menambahkan bahwa selain JS, nama-nama eksternal PDI-P yang turut dipastikan bakal mendaftar, diantaranya Sekretaris PAN Sulut Ayub Ali, Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian, serta Harley Mangindaan.
“Ada juga Ai Mangindaan, Mor Bastian dan Ayub Ali. Bahkan ada yang sudah mengambil formulir tadi,” tutur Franky Wongkar.
Karakter James Sumendap Cocok Pimpin Manado
Sementara pengamat politik pemerintahan Taufik Tumbelaka mengatakan bahwa dalam politik tidak ada yang tidak mungkin karena politik menjadi menarik ketika terjadi kejutan.
“Peluang James Sumendap tetap terbuka. Buat saya yang pasti di PDIP baru dua, Olly Dondokambey dan Joune Ganda. Seperti pengalaman Pilgub lalu tiba-tiba muncul Steven Kandouw. PDIP sering buat kejutan, itu kelebihan PDIP,” ungkapnya.
Lanjut dijelaskannya, yang sudah terundang belum tentu dicalonkan karena gaya PDIP saat terakhir baru mengambil keputusan dan sering kali di luar dugaan.
“Jadi bila James Sumendap diundang itu sangat mungkin. Tanya ke Frangky Wongkar apakah ada jaminan yang terundang sudah pasti jadi calon. Logikanya ya, tapi politik nda ada yang bisa ditebak. Bisa saja selesai dijaring, dikaji, dan dianalisa dinyatakan bukan yang terbaik dan tiba-tiba dimunculkan calon lain, itu sah!” tandas Taufik Tumbelaka.
Sementara jika membandingkan Sumendap dengan para calon lain seperti Roy Roring, menurutnya karakter sang Gladiator politik ini sangat cocok di Manado.
Taufik Tumbelaka
Manado harus dikuasai oleh karakter pemimpin yang kuat dan saya pikir karakter James Sumendap paling cocok.
“Karakternya JS orangnya keras dan mirip Imba. Manado harus dikuasai oleh karakter pemimpin yang kuat dan saya pikir karakter JS yang paling cocok. Harus diingat, Imba jadi fenomenal juga karena karakternya,” pungkasnya.
Ditambahkannya, sang gladiator politik fenomenalnya sama dengan Imba, dimana Imba waktu maju Pilwalkot Manado kalahkan dua Incumbent, yakni Wempie Frederik dan Teddy Kumaat.
“Sumendap juga begitu di Mitra kalahkan Telly Tjanggulung dan Jeremia Damongilala. Waktu datang ke Mitra tidak ada yang kenal, berbeda di Manado pasti cukup banyak yang kenal,” tukasnya.
(Jenly Wenur)