
Tomohon – Adanya reaksi dari sejumlah sopir dan masyarakat di Kota Tomohon yang memintakan agar para pejabat dengan mobil dinasnya (mobnas) untuk memberikan contoh terlebih dahulu dengan tak menggunakan kaca gelap (riben) akhirnya didengat Plt Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman SE Ak.
Tak tanggung-tanggung, Eman secara tegas bakal mengeluarkan instruksi agar mobnas tak menggunakan kaca film yang terlalu gelap. “Ya. Tentunya saya akan berkoordinasi dengan Sekkot (Arnold Poli, red) untuk mengeluarkan instruksi soal pembatas penggunaan kaca gelap bagi mobnas di jajaran Pemkot Tomohon,” ujar Eman kepada sejumlah wartawan, Jumat 24 Februari 2012 lalu.
Ditambahkannya, baiknya untuk penggunaan kaca gelap tersebut untuk tidak terlalu gelap. “Tetap ada batasan dalam jangkauan yang dapat ditolerir. Tidak dilarang, karena kalau tidak ini akan mengganggu kenyamanan, apalagi di siang hari. Akan diatur sampai berapa persen batasannya,” kata Eman.
Seperti diketahu sebelumnya Dishubkominfo sejak beberapa pekan terakhir ini mulai melakukan penertiban penggunaan kaca gelap/kaca film di kalangan angkot di Kota Tomohon. Dishubkominfo berdalih penertiban ini dalam rangka menekan terjadi tindak kriminal di dalam angkot.
Sontak saja tindakan ini menimbulkan tanda tanya dari sejumlah sopir yang menilai langkah ini bagus jika Pemkot Tomohon memberi contoh terlebih dahulu. “Pencabutan ini jelas menimbulkan kerugian materil bagi kami, karena untuk memasang ini kami harus mengeluarkan ongkos. Selain itu, tidak ada sosialisasi terlebih dahulu. Justru mobil dengan plat merah milik pemkot yang menggunakan kaca lebih gelap dari yang kami gunakan. Jadi pertanyaan, siapa yang berada di dalam mobil, apa pejabatnya, keluarganya atau siapa. Ini kan jadi pertanyaan,” ungkap sejumlah sopir saat ditemui. (iker)
