Berita Utama

Gibran: Tumbal, Ambisi atau Strategi Politik?

Juga PS mampu meyakinkan partai besar sekelas Partai Golkar, PAN, dan Demokrat yang memiliki ‘saham’ membangun bangsa.

Gibran tak bisa dilepaskan, apalagi dipisahkan dari sosok Jokowi.

Memang sebagai Presiden, Jokowi harus bertindak netral.

Tapi rakyat yang puas dengan kepemimpinan Jokowi yang jumlahnya sekitar 75 persen akan lebih gampang melabuhkan pilihan mereka kepada trah Jokowi.

Belum lagi para pendukung setia yang menyatakan tegak lurus dengan Jokowi.

Belum lagi dengan ‘pasar’.

Sesuai penyampaian KPU pemilih muda dalam Pilpres nanti ada sekitar 54 persen.

Gibran diharapkan bisa meraih suara para anak milenial karena mendapat topangan dari PSI.

Dan bukan tidak mungkin ‘harga jual’ Gibran jadi lebih mahal dari Erick Tohir yang diharapkan bisa menggaet pemilih muda, pasca gelaran Piala Dunia 17 tahun yang menjawab kerinduan para ‘penggila bola’ Indonesia yang didominasi pemilih muda, pasca dibatalkannya Piala Dunia 20 tahun karena ditolak.

Bahkan ketika KPU menetapkan PS dan GRR sebagai calon presiden dan calon wakil Presiden, sudah ada lembaga survei yang sesumbar mengatakan PS dan GRR sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029.

Tapi apapun strategi yang dilakukan, semua tergantung rakyat.

Di Sulawesi Utara sudah terbukti.

Ketika Pilkada 2019 lalu, banyak calon pemimpin yang dimajukan, baik itu anak, adik, saudara dari pemimpin sebelumnya, tapi nyatanya rakyat tidak memilih mereka.

Bagaimana dengan Gibran?

Nantikan saja pada 14 Februari 2024 nanti.

Catatan: Tenni Assa.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara