BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

Bentrok Nelayan Vs Mantos, Pemkot Diminta Tegas

October 19
18:16 2013
Rignolda Jamaludin usai diwawancarai (foto Beritamanado)

Rignolda Jamaludin usai diwawancarai (foto Beritamanado)

Manado – Para Nelayan merasa tak puas dan melakukan perlawanan atas penimbunan lahan (reklamasi) yang dilakukan pengembang, Manado Town Square (Mantos), Sabtu (19/10) di jalan Boulevard Manado berbuntut saling serang. Pasalnya menurut keterangan Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional (ANTRA) Sulawesi Utara (Sulut), Rignolda Jamaludin, sebelum terjadinya bentrok telah ada pertemuan para nelayan, pengembang dan Camat Sario yang hasilnya penimbunan belum boleh dilakukan.

”Insiden ini memang kita juga tak menyangka, karena sekitar jam 11 pagi tadi kita melakukan pertemuan bersama pengembang dan Camat Sario, Tresje Mokalu yang hasilnya para pengembang kami minta untuk belum melakukan aktivitas penimbunan di lokasi reklamasi yang katanya menjadi milik Mantos tersebut. Nelayan tentu merasa dirugikan karena lahan matapencarian mereka terganggu, nah setelah pertemuan yang nanti difasilitasi pemerintah Kota Manado, Senin (21/10) lusa baru kesepakatan pertemuan itu kita jalankan. Namun, ironisnya para pengembang melakukan penimbunan, dan tidak dilarang Camat, aksi pengembang inilah yang menuai reaksi nelayan dan terjadilah betrok, saling serang antara dua kubu,” ujar Rignolda yang juga dosen Unsrat Manado ini.

Tambah Rignolda meminta pihak pengembang untuk tidak ceroboh dan menabrak kesepakatan yang ada. Menurutnya, pemerintah Kota Manado perlu bertindak tegas dalam menyikapi persoalan tersebut agar nelayan tidak terus-menerus dirugikan. Dilain pihak dirinya mengingatkan nelayan agar tetap tenang menghadapi masalahan yang ada.

Para nelayan beristirahat setelah terjadi bentrok dengan pihak Mantos (foto Beritamanado)

Para nelayan beristirahat setelah terjadi bentrok dengan pihak Mantos (foto Beritamanado)

”Kalau kita lihat, memang kronologisnya pihak Mantos tidak hanya mengerahkan Security, tapi juga menurunkan beberapa karyawannya untuk menghadang dan melempar masyarakat dengan batu. Saat kejadian tadi, bila tidak ada kepolisian dan kita tidak menyuruh mundur nelayan maka akan terjadi banyak korban. Hari ini, sudah dua nelayan yang korban akibat dilempar batu oleh pihak Mantos, saya khawatirkan bila seluruh nelayan marah dan berontak. Untuk itu, kami meminta pihak pengembang jangan gegabah dan ceroboh melakukan tindakan sewenang-wenang pada para nelayan. Pemerintah Kota Manado pun kami minta bersikap tegas, jangan diam dan seolah menjalankan konsep standar ganda,” tukas mener Oda sapaan akrab Rignaolda ini menutup.

Berbeda dengan itu, Budi salah satu nelayan mengungkapkan pihaknya menilai Hengky Widjaya, selaku pemilik Mantos tidak memiliki nurani. Tambahnya lagi mengatakan kalau nelayan mendo’akan agar apa yang menjadi hak mereka tidak terus diganggu pengusaha.

Pemilik Mantos, Hengky Widjaya memang tidak punya nurani kami yang asli orang Sario yang pendapatannya kami peroleh melalui hasil melaut tapi diganggu pengusaha seperti dia. Kita nelayan mendo’akan agar beliau cepat dipanggil Tuhan, hak kita semoga Tuhan melindungi – ucap Budi dengan nada keras.

Sekedar diketahui, para korban terdiri dari Junaidy Ahman usia 27 tahun yang terkena lemparan batu dari pihak Mantos, dan Opo usia 30 tahun yang juga mendapat hantaman dari pentungan. Masing-masing korban adalah nelayan yang berdomisili di Kecamatan Sario, lokasi kejadian di Kelurahan Sario Tumpaan hingga saat ini masih terlihat ramai dikunjungi warga. (Amas Mahmud)

 

 

 

 

Ads




7 Comments

  1. Onal October 23, 13:58

    ujung2nya msuk mantos juga,,, klu gak ska sma mantos jgn berani msuk k mantos, gw sumpain msuk mantos ketabrak mobil truz MATI…

    Reply to this comment
  2. Tamara October 23, 13:51

    Yang d atas klu gak tau menahu g’ usa ikut campur,kota lain udh maju mdo msi ad perahu yg parkir d bibir pantai,APA KATA DUNIA?

    Reply to this comment
  3. Yudi Masengi October 22, 00:59

    Pemkot ada dimana? Keliatannya bukan hanya tidak tegas tapi malah hanya diam.. Kayaknya ada yang disembunyikan oleh pemkot dalam masalah ini, ingat nelayan juga adalah warga kota manado, jgn pilih kasih donk!

    Reply to this comment
  4. Chintia Tumbol October 21, 10:03

    huuuuuu Hengky Wijaya harus berani diadili untuk masalah listrik, sampai sekarang belum ada keputusannya bukan? Pemkot kok hanya diam..?ini tindakan kriminal (mencuri listrik) kok dibiarkan..? Wah apalagi sekarang so baku cari masalah dengan nelayan…doh kiapa ley kong bagitu dang? torang pe pantai kurang sadiki, masyarakat dengan sendirinya dipaksa untuk datang ke mantos dengan segala ke’gengsi’annya tapi apa yang mantos berikan ke Manado..? Pantai yang hilang..yang seharusnya lia pantai itu gratis..skarang lia pantai musti bayar…So Hengky Wijaya ini musti brani bertanggung jawab….nah pertanyaannya adalah apakah Pemkot Manado berani untuk berpihak pada rakyat?? bukan pada pemodal…???

    Reply to this comment
  5. Modeong October 20, 15:15

    JADI PENGUSAHA JANGAN TERLALU SERAKAH. MANTOS MEMANG BANYAK BUAT MASALAH ITU MASALAH PENCURIAN LISTRIK BELUM SELESAI, SKARANG CARI MASALAH DENGAN NELAYAN

    Reply to this comment
  6. Michael Tangkilisan October 19, 22:51

    Yah bahasa redaksi pedagang sepertinya harus diganti menjadi nelayan pada berita ini.., pemkot secara sengaja mengadu domba dan jelas bahwa mereka tidak tegas dalam menentukan kepihakan apakah berpihak pada pengembang (mantos) atau berpihak pada masayaraknya sendiri, seakan akan kekuatan pemerintah bisa dibeli oleh uangnya pemodal besar—–selamatkan pantai manado dari reklamasi

    Reply to this comment
  7. oi na mateh October 19, 19:20

    walikota masih di amerika…nani mau tele conference stow…

    Reply to this comment

Write a Comment

twenty − 10 =