BeritaManado.com

Warga Tetap Tolak Harga Pembebasan Lahan Tol di Bitung

March 08
23:06 2017
Sejumlah pemilik lahan tol yang meninggalkan ruangan musyawaran

Sejumlah pemilik lahan tol yang meninggalkan ruangan musyawaran

 

Bitung – Proses musyawarah pembebasan lahan tol yang kembali digelar di Lantai IV Kantor Walikota Bitung, Rabu (08/03/2017) tak menghasilkan titik terang.

Pasalnya, harga yang telah ditetapkan tim appraisal tetap ditolak warga karena dianggap terlalu rendah sehingga sejumlah pemilik lahan memilih meninggalkan ruangan musyawarah.

“Kami tetap menolak harga yang diajukan tim appraisal karena masih sama dengan harga yang diajukan ketika musyawarah pertama. Terlalu murah,” kata salah satu pemilik lahan, Rasyid Ishak.

Rasyid menyatakan, penolakan harga pembebasan lahan tol bukan tanpa dasar, karena pemerintah tak memperhitungkan kerugian yang ditanggung pemilik lahan dengan mematok harga sangat murah.

“Ini tak ubahnya perampokan tanah untuk kepentingan pemerintah dengan memberikan harga yang sangat murah,” katanya.

Ia membandingkan penetapan harga di Kota Bitung dengan dinMinut yang harganya lebih tinggi. Sedangkan jika dibandingkan, Kota Bitung adalah daerah industri yang notabene harganya jauh lebih mahal.

“Bayangkan, tanah saya hanya dihargai Rp60 ribu/meter sedangkan jika saya jual kapling sudah ada yang menawar Rp250 ribu/meter. Jadi wajar jika kami menolak harga yang diajukan pemerintah,” katanya.

Untuk itu ia berharap pemerintah merevisi harga yang telah ditetapkan karena sangat tidak manusiawi dan hanya merugikan masyarakat.

“Kami tak menolak rencana pembangunan tol, malah sangat mendukung proyek itu asalkan harga pembebasan lahan yang diajukan manusiawi,” katanya.(abinenobm)

 

 

 

 

 

4 Comments

  1. skima abadi July 14, 16:23

    secara ini tol memang untuk kepentingan umum apalagi program pemerintah harus didukung sesuai aturan uu no 2 thn 2012. mar kalo ngoni pemilik tanah yg kena jalan tol pasti ngoni pe tanggapan beda, apalagi kalo ngoni pe tetangga so dapa bayar 350 ribu/mtr taon 2014 kong ngoni pe tanah taon 2017 cuma dapa harga 102 ribu/m, dengan kondisi dan kualitas tanah sama (sedang byr boker wc umum taon 2014 baru 1000 skrg so 2000)…baru ngoni sadar bahwa dunia ini kejam skali kong nyanda adil…lebe bae berurusan dengan makelar tanah…hahaha..

    Reply to this comment
  2. edo March 23, 00:43

    kalau mau daerah maju tolong ikhlaskan. lagian tol kalau sudah jadi bisa jadi kebanggaan buat sulawesi utara.

    Reply to this comment
  3. ADANO March 10, 19:16

    Perampokan tanah oleh pemerintah?

    Jalan itu nantinya punya negara, dan untuk pembangunan masyarakat dan kemajuan daerah.

    Diskusikanlah dengan baik…
    Tawar tawar dikitlah buat kepentingan semua.

    Reply to this comment
  4. Alexander March 09, 21:21

    Iya… terlalu murah, perlu dipermasalahkan karena harga dari Maumbi hingga Bitung kenapa beda2, jangan2 ada udang dibalik batu…. Hmmm

    Reply to this comment

Write a Comment