BeritaManado.com

Tenaga Kerja Tiongkok Banjiri Sulut, Gubernur Diminta Turun Tangan

January 07
15:46 2017

IMG_20170107_155031

Firasat Mokodompit dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (Foto Firasat Mokodompit dalam akun FB)

 

Manado – Manado – Salah satu Tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Firasat Mokodompit menuding dengan dibukanya penerbangan langsung Manado-China ( Tiongkok) dan sebaliknya berimplikasi pada membanjirnya bukan hanya turis namun tenaga kerja asal negeri jaringan bambu itu.

“Tidak bisa dipungkiri arus wisatawan ke Sulut dgn dibukanya penerbangan langsung Manado – China membuat masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan diri, terlebih kondisi ini dimanfaatkan para wisatawan tidak sekedar berwisata tapi sudah masuk kewilayah Bekerja atau bisa diartikan mengambil lahan peluang kerja di Sulut termasuk di Bolmong,” tulis Firasat Mokodompit pada akun Facebook (FB) nya.

berikut tulisan lengkap Firasat Mokodompit terkait tenaga kerja asing khususnya asal Tiongkok yang mulai membanjiri Sulut.

HENTIKAN KEGIATAN PT.CONCH SOLOG- TANDUK, GUBERNUR DIMINTA TURUN TANGAN###

By. FM Pegiat Kemanusiaan & Sosial.
Medio, 04 Januari 2017. Vol.1. 2017.

Sulit dibendung, sulit dikontrol keberadaan mereka di CONCH Solog-Tanduk, pabrik semen Kebanggaan Bolmong, namun justru bgt banyak pekerja China msk tanpa izin kerja berstatus wisatawan namun mrk bisa bekerja di CONCH bukan sebagai EXPERT tapi sbg Sopir Dumptruk, tukang cako besi,juru masak, hingga tukang cuci pakaian,…Ironi tapi itulah Realitas semua institusi berwenang nampak tak mampu kontrol dan bendung keberadaan tenaga kerja ini.

Belum masuk ke wilayah prosedur aturan, hampir semua mekanisme kerja di sana TANPA PROSEDUR ATURAN YANG BENAR, penggusuran PK Bangka,…rata tanah areal 168 Ha Milik ex Puskud yg merupakan aset daerah diratakan tanah namun belum urus Alih Fungsi lahan yg merupakan Rananya BPN Pusat/Daerah.
Tanah ex HGU tsb dijual pihak Pengurus Puskud yg sebenarnya. TIDAK MILIKI HAK LAGI Krn sdh11 tahun habis masa berlakunya HGU dan tidak diurus serta semua kewajiban PBB dll tidak dibayarkan. Secara yuridis Puskud sudah tidak miliki hak Keperdataan, dan tentu menjadi Tanah Negara yg dlm PENGELOLAANnya harusnya diawasi oleh Pemda Bolmong.

Izin Prinsip pembuatan jalan, izin IMB pembangunan pabrik dan perumahan, izin pembuatan Pelabuhan sandar kapal, izin pemanfaatan wilayah pesisir tuk alih fungsi, kesemuanya itu BELUM ADA dan itu Rananya Gubernur dan Bupati, namun sayang justru PT.CONCH dan Sulenco kerja terus Tabrak aturan yang seakan akan diotak para pekerja Cina ini Masyarakat Mongondow ini hanya sebagai Mangsa Wowok yg hak Ulayat nya diganggu dan kita semua diam seribu bahasa tidak berdaya

Kami tidak alergi Investor, kami tidak sentimen pekerja China, namun kami hanya inginkan mereka itu PATUHI ATURAN DAN KETENTUAN PERUNDANG UNDANGAN RI, ikuti jo prosedur supaya aman ujar Zet Ambarak Sek LPM Kel Inobonto/ Tokoh Masyarakat.

Terkait tenaga asing China, kalau dorang itu Tenaga Ahli oke Ndak masalah, tapi kalau tukang Cako besi maka akan berhadapan dgn kami putra Mongondow yg juga ingin bekerja disitu jika mo cari sopir, tukang masak, tukang cuci, clinning service ada Torang pe pekerja tidak usah harus import dari China.

Kan adanya Investasi harusnya terjadi Multiplayer efek Ciptakan Lapangan Kerja dan Rekrut Tenaga Lokal, bukan datangkan tenaga kerja serabutan alias pekerja kasar.

Gubernur, Bupati dan semua pihak terkait Termasuk Imigrasi – Kepolisian- BLH Provinsi harus segera turun lapangan, jika perlu HENTIKAN DULU SEMUA KEGIATAN DILAPANGAN, ( Police Line) Krn terlalu banyak masalah yg belum terselesaikan mereka mulai dari Ganti Rugi Tanah Rakyat, Belum adanya Izin dan Rekomendasi Gubernur terkait WIUP DAN IUP, rekomendasi pengurusan HGU, izin pembuatan Pelabuhan dan penggunaan wilayah pesisir.

Bisa dibayangkan hingga Bongkar muat barang, EMKL dan mengatur pembongkaran barang semua dari luar Bolmong, kembali ke laptop kita sama sekali tak berdaya tuk mencegah atau lakukan tindakan protektif akan berlangsungnya masuknya barang ribuan ton ke pelabuhan Ketapang ta di labuan UKI. Betapa kerenenya kitab ini berbagai peluang tidak mampu kita ambil dan jika steu orang lain bernama KTP kota Bitung manfaatkan semua kemudahan di pelabuhan.

Kita di Mongondow memang butuh Pemimpin kuat, kita butuh pemimpin Visioner, kita buruh Pemimpin Gila Kerja dan Pemimpin Tegas tuk hadapi Tantangan Global ini.
Semoga masyarakat Mongondow tidak sekedar Story dgn Primordial sempit yg hanya selalu masalahkan Keaslian KEMONGONDOWAN. Namun terpenting kita semua kedepankan KEMAMPUAN Pemimpin, Intelektualitas Pemimpin, Miliki Kemampuan Managerial Pemerintahan yang baik, Sosok Visioner sekaligus Pemimpin yang Tegas Tegakkan semua aturan perundang-undangan yg berlaku di Republik Tercinta ini.

Moga tulisan pendek ini membuka Mata Hati kita semua masyarakat Bolaang Mongondow, bahwa Tantangan Global didepan Mata kita bahkan sudah berada disekitar kita, apa kita mampu tuk hadapi itu atau kita akan menjadi penonton di negeri kita sendiri, kata kunci ada pada kita dalam Menentukan Pilihan dalam Pilih PEMIMPIN untuk 5 tahun kdpn……..
smoga.##### (Rizath Polii)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment