BeritaManado.com

“Sex dilihat sebagai kebutuhan material sehingga ada transaksi…”

December 07
22:13 2015
Tempat Spa dan Pijit

Tempat Spa dan Pijit yang menjamur di Manado

 

Manado – Kasus HIV AIDS di Sulawesi Utara berkembang pesat. Setiap bulannya terdapat 20-23 pengidap baru untuk kota Manado.

Sebagian besar diketahui sudah berada pada titik AIDS sehingga penanganan medis sudah sulit dilakukan.

Berkembangnya HIV AIDS saat ini dikatakan oleh budayawan Reiner Ointoe, dapat dilihat sebagai pergeseran budaya hidup masyarakat masa kini.

“Hal ini bisa dilihat sebagai pergeseran budaya hidup yang artinya bahwa orientasi kehidupan itu lebih kepada material. Jadi hal-hal yang bersifat spiritual itu lebih banyak ditinggalkan. Contohnya hubungan sex dilihat sebagai kebutuhan material sehingga ada transaksi setelah itu. Kenikmatan dan narkoba itu hanya dilihat sebagai material yang dapat memberi sensasi kebahagiaan tapi semu,” ujar Reiner Ointoe kepada BeritaManado.com, Senin (7/12/2015).

Pergeseran inilah yang menyebabkan mudahnya HIV AIDS ada dimasyarakat. Ointoe mencontohkan keberadaan masyarakat adat papua yang menjunjung tinggi nilai spiritual dalam kehidupan mereka jauh dari kasus perkosaan padahal pakaian yang digunakan sangat minim bahkan hampir telanjang.

Lanjut Ointoe, pemahaman dan orientasi masyarakat inilah yang harus dirubah.

“Pergeseran itulah yang menyebabkan orang mudah sekali tergoda. AIDS itu pandemik atau mudah menular dari virus. Jadi yang penting disini adalah perubahan orientasi, persepsi dan pandangam hidup terhadap hubungan sex harus dirubah. Harus dikembalikan kepada nilai spiritualnya. Waspadai prostitusi yang berkedok legal seperti panti pijat plus plus. Mereka pun harus diberi pemahaman,” tambahnya. (srisurya)

 

Baca juga:

 

 

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment