BeritaManado.com

‘Pulau Kecil’ Jadi Area Pertambangan Pariwisata dan Perikanan

January 30
11:43 2014

Airmadidi – Bukan hal mustahil, pemerintah di Kabupaten Minahasa Utara bakal menjadikan Pulau Bangka sebagai sebuah pulau pertambangan sekaligus pulau pariwisata juga pulau perikanan di luas area sekitar ‘hanya’ 4.700 hektare.

Allan Mingkid selaku Kadis Pertambangan dan Energi Minut, mengakui Pulau Bangka bisa menjadi pulau investor dengan investasi triliunan rupiah, bila Pulau Bangka dijadikan area pertambangan termasuk pariwisata dan area perikanan, yang dampaknya untuk kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya pertambangan, pariwisata dan perikanan, menyerap tenaga kerja hampir di atas empat ribu tenaga kerja, ini menguntungkan masyarakat,” kata Mingkid pada beritamanado.com, Rabu (29/1/2014) siang.

Pertambangan dibangun, memprioritaskan tenaga kerja warga sekitar. Perencanaan pembangunan hotel berbintang juga bakal dibangun di pulau itu. Diikuti dengan proyek perikanan bagi masyarakat setempat.

Mingkid mengakui untuk mewujudkan hal itu, tentunya harus melalui kajian, diantaranya yang paling pokok adalah kajian analisa dampak lingkungan. “Intinya kita sesuai aturan,” tegas Mingkid.

Pertambangannya pengolah bijih besi, yang sampai saat ini masih menunggu ijin operasi produksi dari Kementrian ESDM. “Diharapkan tahun ini sudah ada ijin, kan lebih cepat lebih baik,” kata Mingkid.

Mingkid Bantah Penolakan Warga

Mengenai aksi penolakan warga Pulau Bangka. Mingkid mengatakan hal itu hanyalah segelintir warga saja, yang mungkin hanya terkena provokasi.

“Masyarakat sudah dukung. Mereka yang provokasi warga kini sudah tak mempan. Coba cek ke Ehe dan Kahuku, warganya mendukung adanya tambang,” ungkap Mingkid

Ditambahkan Mingkid, PT Mikgro Metal Perdana adalah perusahaan yang akan mengelola pertambangan pasir bijih besi di pulau tersebut.

Kaka Slank Bukan Orang ‘Bangka’

Sompie Singal, Bupati Minut pun angkat bicara mengenai petisi dari Kaka Slank. “Dorang mau tau apa soal torang pe daerah, dorang kan orang luar,” ujar Bupati Singal menanggapi hal tersebut.

Semua kajian untuk adanya pertambangan telah dikaji dengan sebaik mungkin, hingga Bupati Singal pun menjamin akan pertambangan bijih besi.

“Siapa yang bilang ini merusak lingkungan? Kita tetap sesuai aturan, semua ada aturan. Kalau memang merusak lingkungan saya siap tutup, tapi kalau tidak kita jalankan. Ini untuk masyarakat juga,” jelas Bupati Singal. (robintanauma)

 

 

 

 

Ads




5 Comments

  1. maesa February 01, 10:02

    banyak warga tonsea yg kerja di freeport papua cb tanya kalo bgmn itu hutan & laut yg rusak krn operasi freport di timika..

    Reply to this comment
  2. goan January 31, 21:33

    Sompi deng org laeng perduli deng trng p daerah..
    nn so mo abis masa jabatan begimna nn mo sestop itu kloh ada masalah…

    Reply to this comment
  3. Ray January 30, 23:17

    Ini menguntungkan masyarakat kata allan mingkid,,, < woi tai!!! Yg pasti lebih besar keuntungan kau,,,, penjajah bangsa sendiri,,, …. Bupati sudah cukup puas dan kenyang dengan hanya menjadi anjing penjaga,,, sama penjajah bangsa sendiri,, Salam Lestari.

    Reply to this comment
  4. Indie Dive January 30, 14:18

    Di UU No 1 tahun 2014 revisi UU ttg pulau kecil dan daerah pesisir, pasal 23 ayat 3 disebutkan sbb:
    (3) Kecuali untuk tujuan konservasi, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan, pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya wajib:
    a. memenuhi persyaratan pengelolaan lingkungan;
    b. memperhatikan kemampuan dan kelestarian sistem tata air setempat; dan
    c. menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
    Coba dijelaskan ke publik, teknologi ramah lingkungan seperti apa yang akan digunakan di Pulau Bangka utk menambang kelak?

    Reply to this comment
  5. Ibenk January 30, 12:03

    pulau kecil dipikirkan dengan otak kecil, demi perut buncit ………

    Reply to this comment

Write a Comment

seven + nine =