“Vicky Lumentut tak Bisa Berpaling dari Anas Urbaningrum…”
Politik dan Pemerintahan Selasa, 7 Februari 2012 14:35MANADO – Dukungan penuh DPD Partai Demokrat Sulut, dibawa komando Dr GS Vicky Lumentut kepada Anas Urbaningrum, selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat, kata Rudolf Wowor, Pemerhati Politik Sulut, ini lebih disebabkan karena situasi yang tak ada jalan lagi untuk mengalihkan dukungan ke kubu lain.
” Khan Vicky (Dr GS Vicky Lumentut) saat ini tak bisa masuk ke kubu Marzuki Ali, atau Andi Mallarangeng lagi. Jadi mau tidak mau tetap berharap Anas Urbaningrum tak sampai menjadi tersangka, ”ujar Rudolf meyakinkan, Selasa (7/2).
Rudof memperkirakan, kedepan bisa saja di daerah terjadi Musdalub atau pelengseran terhadap Ketua-Ketua DPD Partai Demokrat yang pro Anas Urbaningrum, jika sang Ketum menjadi tersangka, dan dipecat di partai sesuai dengan AD/RT.
”Kalau ini yang terjadi maka kekuatan di Sulut bisa saja diambil alih kubu Ventje Rumangkan, dan Dr SH Sarundajang, yang dikalahkan Vicky Lumentut sewaktu di Musda PD Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, ”ujarnya.(del)
Tags: demokrat sulut, gsvl, lumentut, partai demokrat, pd sulut, Vicky Lumentut









samua NDA Ada YANG BUTUL… TAI MINYA SAMUA…
Jago tu analis politik ini noh.
(menulis sambil tertawa terbahak2)
Tunggu saja kalau koar2nya Nazar tentang biaya kongres pemenangan yang jutaan dollar ++ itu terbukti dan uangnya dari hasil korup, orang pengda yang yang kebagian harap mengembalikannya!,,,doi bobou samua itu..dan doi rakyat!
Analisis macam apa le ini
Kisruh Partai Demokrat merupakan suatu konstalasi politik yg sarat kepentingan intern partai. di tambah dengan korupsi yg melembaga. Semoga Manado dapat memtik hikmah dari keejadian ini dan jgn ikut serta dalam ‘Kejahatan’ mereka.
Salam,
Sam
Anas lengser dapa jabatan baru lagi…hahaha
Apa ta bilang kwa, pasti ada bagi2 jatah. Napa di harian nasional dorang tu pengda PD so ja mangaku:
“”Diana kepada wartawan di Manado, Rabu (8/2/2012), menuturkan, uang Rp 100 juta itu diterima di sebuah hotel di Bandung dari Umar Irzal. Tujuannya agar ia memilih Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. ”Uang itu masih ada. Saya siap mengembalikan,” ujar Diana.”"
“Menurut Diana, 11 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Sulut menerima dana untuk pemenangan Anas. ”Saya tahu karena kami dikumpulkan di sebuah hotel, lalu dibagi uang satu per satu. Saya berani sumpah,” paparnya. Uang itu diterima bertahap. Hari pertama Rp 30 juta. Sisanya, 7.000 dollar Amerika Serikat, diserahkan tiga jam menjelang pemilihan.”
BM….
Bonkar2 kamari kwa tu brita jang simpang2
Mengembalikan bukan berarti bebas dari jerat hukum toh?
Kira2 pa ketua tau nggak ya acara sogok-menyogok ini:
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/13/145259/Diana-Uang-Pemenangan-Anas-Diberikan-Umar-Arsal/1