BeritaManado.com

PEMBOROSAN !!! Biaya Promosi Wisata ke Luar Negeri Sangat Tidak Efektif

March 01
08:31 2017

 

Pariwisata Go DIGITAL

Pariwisata Go DIGITAL – Untuk mengejar target wisatawan mancanegara, salah satu upaya Kementerian Pariwisata adalah memasarkan pariwisata Indonesia secara digital. “Go digital” istilahnya, dan berupaya menjadikan Indonesia sebagai “digital market place” pasar digital pariwisata. Branding Wonderful Indonesia yang sudah tampil di Media Digital seperti Google, Trip Advisor, Baidu, CTrip, dan lainnya.

 

Manado – Pengamat Pariwisata Dr Drevy Malalantang SSi SE MPd MM menilai, biaya promosi wisata dengan melakukan kunjungan ke luar negeri oleh pemerintah sangat tidak efektif.

Hal itu disampaikannya kepada BeritaManado.com, Rabu (1/3/2017).

Menurutnya, akan jauh lebih baik jika promosi wisata dilakukan melalui internet, misalnya menggunakan website, youtube hingga media sosial.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan jasa promotion agent dari negara yang menjadi target pasar.

“Masih jauh lebih murah pemerintah (Provinsi/Kab/Kota) mengundang promotion agent dari luar untuk melihat langsung potensi budaya dan pariwisata daerah, bukan pemerintah yang ke luar negeri dengan anggaran miliaran rupiah,” katanya.

Dicontohkannya, dana Rp 100 juta jauh lebih efektif dan efisien mengunakan internet dibandingkan dengan Rp 1 miliar.

Selisih anggarannya bisa digunakan untuk membenahi sarana dan prasarana penunjang pariwisata daerah, sudah temasuk objek wisatanya.

“Cara ini maksudnya untuk mencegah pemborosan anggaran. Jangan sampai jumlah delegasi promosi luar negeri lebih banyak daripada wisatawan yang datang berkunjung. Hal itu sangat bertentangan tentunya,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Pengamat Politik dan Pemerintahan Dr Jerry Massie juga mengungkapkan, bahwa jika ada agenda promosi wisata ke luar negeri, maka pemerintah harus bisa memproyeksikan berapa angka kunjungan wisatawan mancanegara di daerah.

“Jadi kalau Pemkab Minahasa, Minahasa Utara, Talaud dan daerah lainnya ngotot melakukan promosi dengan melakukan kunjungan ke luar negeri, maka harus disertai dengan target berapa wisatawan yang akan datang. Namun hal itu cukup sulit terwujud, mengingat sejumlah sarana pendukung pariwisata seperti akomodasi dan lain sebagainya justru belum tersedia secara merata dan memadai,” katanya. (rds)

 

Baca juga:

 

 

 

 

 

2 Comments

  1. ADANO April 14, 19:29

    Yang kita punya apa dulu??
    Sudah bener dan di beresin tidak apa yang mau di lihat turis?

    Yang wajar wajar dan masuk akal saja kalau mau memilih apa saja yang mau promosikan.
    Kalau kalian ke eropah bawa mempertunjukan budaya tari macam tarian copian dari eropa apanya yang bisa menarik pengunjung eropa?
    Trus kalau kalian pergi mau tunjukin waruga yang cuman situs 500 sampai seribu tahun apa daya tariknya bagi orang eropa? Dengan biaya 500dolar sudah nyampe mereka di Egypt untuk ngelihat artefak yang 1000an tahun sebelum masehi.

    Trus apalagi mau dipromosiin?
    Gua jepang?
    Aneh aneh saja “go internationalnya” pemda SUlut kita ini.
    Mbo ya dikaji dulu secara ilmiah apa yang bisa di kembangkan dan bisa profit.
    Wisata laut adalah andalan satu satunya jadi kita kosentrasi dulu di situ samai wisatanya bisa benar2 handal, bersih, accessibility nya OK, baru kita promo besar.

    Mahal loh dari eropa ke Manado itu..
    Trus kalau yang mau dusuguhkan cuma model yang ada skarang…Sangat sedikitturis yang mau berkunjung.

    Reply to this comment
  2. WF April 10, 18:33

    Saya sgt sependapat ttg promosi pariwisata. Era sekarang adlah mengandalkan IT. Bupati Banyuwangi sgt berrhasil mendatangkan turis baik domestik apalagi mancanegara. Banyuwangi hanya memanfaatkan kecanggihan IT utk promosi dgn harga yg sgt kecil … mereka tidak mengandalkan promosi langsung dgn membawa rombongan (entah pejabat2 pem atau group kesenian. Alhasil Banyuwangi yg dulu dikenal daerah rawan dan berhantu tapi skrg PAD nya melomjak smp ratusan persen. Kita sdh brp kali mengirim delegasi kesenian dgn pejabat2 pemerintah yg ikut serta tapi berapa banyak sudah turis mancanegarakhususnya dr Eropah dan AS yg datang?? hanya sedikit dibanding dr China yg blm pernah promosi kesana dan mengirim kesenian disana tapi yg datang sdh ribuan.Ada banyak destinasi atau obyek wisata kita yg memikat turis tapi sayang infra struktur spt jalan yg blm dibangun atau sdh rusak dan prilaku masyarakat kita yg blm Tourism Minded menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Mari kita benahi.

    Reply to this comment

Write a Comment