BeritaManado.com

Pelayanan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Kembali Dikomplain

January 07
15:05 2017
Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado atau dalam bahasa Inggris Sam Ratulangi International Airport Manado

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado atau dalam bahasa Inggris Sam Ratulangi International Airport Manado

 

Manado – Pelayanan publik di PT Angkasa Pura Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado kembali menuai sorotan, kali ini datang dari penumpang dari Jepang yang mengaku kehilangan koper berisikan rempah-rempah dan makanan tradisional Minahasa, Sulut.

“Kebetulan kita pe keponakan sekeluarga (suami istri dan anak) ada pulang Natalan sekaligus liburan di Langowan dari Jepang. Kita pe keponakan kebetulan TKA legal di Jepang, bahkan so memiliki KTP Jepang. Ketika kita pe keponakan (bernama) Christian Shimamura Massie bale ke Jepang Jumat 6 Januari 2017 dengan maskapai penerbangan Silk Air. Biasa yang dibawa ole-ole dari Langowan, makanan khas Minahasa beserta rempah-rempah dengan berat bagasi 30 kg,” ujar Aldy Rorong warga Langowan awalnya menceritakan.

Keluarganyapun di Jepang tak sabar menunggu ole-ole tersebut yang di Jepang dianggap jarang-jarang itu karena harganya mahal, bahkan tidak bisa uh di sana, tambah Aldy.

“Tapi ironinya, ketika sampai bandara Chubu Internasional Nagoya Jepang, kopernya ternyata sudah tidak ada,” ungkapnya.

Setelah di kroscek oleh pihak bandara setempat, ternyata ada, namun sudah beda koper atau ditukar dengan koper yang lebih kecil dengan namanya yang masih sama, tertera Christian Shimamura Massie.

Menurut dia, pihak bandara menahan koper itu karena tidak sesuai dengan bagasi yang tertera di ticket christian yang beratnya 30 kg.

Berat tas kecil Luis Vitton hanya sekitar 2 kg. Setelah di bongkar pihak bandara, bagasi itu berisi tas plastik dan rempah-rempah, tuturnya.

“Ada indikasi, oknum pihak Bandara Samrat yang menukar. Ini jelas sangat memiriskan. Menurut Christian, hal serupa juga dialami salah satu turis Jepang yang berangkat sama-sama dengan Christian dari Manado ke Jepang. Tapi kalau yang turis Jepang, bagasinya tak lagi didapat atau hilang,” ujarnya.

Ini jelas sangat memiriskan bagi kemajuan keparawisataan di Sulut. Tak menutup kemungkinan ini juga menimpa kepada turis lainnya yang berkunjung ke Sulut, kata Aldy yang mengaku kecewa dengan pelayanan bandara Sam Ratulangi Manado.

Diduga aksi ini sudah terorganisir dan dilakoni oknum tertentu di Bandara Samrat.

“Hari ini, saya akan mengantar istri keponakan saya yang kebetulan masih berada di Langowan untuk melakukan komplain di bandara,” Tegasnya.

Dia berharap para pengambil kebijakan dan pegiat keparawisataan di Sulut menyikapi persoalan klasik di Bandara Sam Ratulangi ini.

“Ini demi kemajuan keparawisataan Sulut,” Katanya.

Hingga berita ini di muat, belum ada konfirmasi dari pihak Bandara Internasional Sam Raulangi Manado. (Rizath Polii)

UPDATE:

Ini Penjelasan Pihak Bandara Internasional Sam Ratulangi Terkait Kasus Kehilangan Bagasi

 

10 Comments

  1. Mona January 10, 23:23

    Tahun lalu, kita terbang dari Singapore with Silk Air. Sampe bandara Manado koper di bongkar. Sampe rumah barang yg ku cari ndae ada alias hilang. Jam tangan :(

    Reply to this comment
  2. Jupix January 09, 23:22

    Klo bagasi Biasanya maskapai yg urus, bukan pihak angkasapura. Coba konfirmasi ke silk air.

    Reply to this comment
  3. aldy January 09, 14:32

    Sore bae samua. Pak Buang yang terhormat, kita cuma sekedar mo klarifikasi soal bapak pe tudingan, bahwa saya cuma asal kase info, tdk dapat dipertanggung-jawabkan dan suka mo terkenal. Itu ndak betul. Indikasi bagasi keponakan saya ditukar sudah kami adukan ke pihak bandara, baik maskapai penerbangan Silk Air dan PT Angkasa Pura. Aduan kami telah diterima Mbak Novi, Pak Ryan Kaeng dan Ibu Margartha. Soal bukti dugaan bagasi keponakan kami hilang atau ditukar sudah kami sampaikan ke pihak bandara. Ada lampiran surat laporan resmi kehilangan bagasi dikeluarkan pihak bandara Nagoya Jepang. Pihak Angkasa Pura pun sudah janji untuk tindak-lanjuti. Dan itu akan kami kejar. Tujuan kami melaporkan bukan untuk mencari ketenaran, tapi murni bentuk kekecewaan atas hilangnya bagasi keponakan saya. Dan tentu sebagai catatan kritis bagi pihak maskapai dan bandara sam ratulangi, agar lebih profesional dalam melayani konsumen, dengan harapan tidak akan menimpa penumpang lainnya di masa yang akan datang. apalagi saat ini pemerintah provinsi sulut, sedang getol mengangkat pariwisata sulut. Pelayanan bandara pun mesti harus dioptimalkan lagi. Utamanya peningkatan SDM bagi orang2 yang bekerja didalamnya.

    Reply to this comment
  4. chiaaa January 09, 12:35

    kita le pernah kejadian bgtu tuhari waktu itu mo brgkat dari mdo ke singapore. kita pe tas yg da se maso dibagasi orang da bobol, ada bbrpa barang hilang. waktu tpe keluarga pigi balapor, pihak bandara cuma sekedar minta maaf nda ada pertanggung jawaban sama skali, drg beking itu sama deng cuma hal sepele. semoga kejadian kali ini ada dpe pertanggung jawaban dri pihak bandara dan langsung ditindak lanjuti, spya so nda akan mo terjadi ulang.

    Reply to this comment
  5. Maxi Manado January 09, 10:50

    Bpk Buang yang sepertinya alergi dan sangat tersinggung dgn berita ini hingga menanggapi keluhan dgn mengatakan pintar atw sok pintar jika anda simak berita diatas maka anda akan membaca bahwa bpk Aldy akan ke bandara utk komplain …
    sungguh sangat tdk elok cara anda menanggapi keluhan …

    Reply to this comment
  6. RR January 09, 09:44

    Pak Buang mo bwa bagaimana sedangkan so di Jepang kasiang tu kiriman…
    Pak Buang mau tanggung biaya pe ngiriman balik Manado tu barang yang nda sesuai itu???
    Coba terjadi sama keluarga Bapak???

    Reply to this comment
  7. Dhea January 08, 22:14

    Wah,kejadian ini harus diusut tuntas,ini baru bilang ta sua,mungkin korban lain pasrah,atw mungkin di cuekin oleh pihak terkait,dan masalah” begini harus dipublikasikan supaya masyarakatpun tau,bsk” terjadi begini jangan takut untuk melapor

    @Pak Buang: bukan soal pintar,bodoh atw sok”an,ini kasus so byk kali terjadi di bandara mar baru kali ini dipublikasikan,ouh berarti Pak Buang petugas bandara dunkk? Mar qyp pake nama samaran kwa?? Nama fam n jabatan perlu ley isi.spy jelas.

    Reply to this comment
  8. Lusy January 08, 18:51

    Sy sbgai org asli manado sangat malu sekali.apabila hal ini brnar”terjdi di bandara kebanggaan warga sulawesi utara dan manado khususnya..
    harus di tindak lanjuti,jgn sampai trjadi pembiaran.karna ini akan menjdi bumerang bagi kita semua masyarakat sulut.krn sulut dan manado lg mempromosikan pariwisata dgn hastag #mari jo datang manado.

    Reply to this comment
  9. Buang January 08, 17:54

    Pak aldy yang pintar..minta tolong bapak kalo ada bukti itu barang ditukar dibandara dan sudah terorganisir..bawa pak kamari..jangan cuma main2 tulis nda bisa dipertanggung jawabkan..ato mo suka terkenal stow

    Reply to this comment
  10. Buang January 08, 17:44

    Pak aldy yg pintar ato sok pintar..ngana ada bukti bahwa itu di tukar di bandara manado,kalo ada bukti bawa kamari..

    Reply to this comment

Write a Comment