BeritaManado.com

Parpol Berubah Fungsi menjadi Travel, Ini Saran Penting DR FERRY LIANDO

November 24
14:08 2017
Atribut parpol di salah-satu ruas jalan

Atribut parpol di salah-satu ruas jalan

 

Manado, BeritaManado.com – Partai politik (Parpol) merupakan pilar utama berfungsinya prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia. Tanpa parpol sangat mustahil demokrasi berjalan efektif.

Menurut pengamat politik, Dr Ferry Daud Liando, Parpol berfungsi bukan hanya sebagai peserta pemilu untuk merebut kekuasaan namun juga berfungsi sebagai rekrutmen dan kaderisasi politik, pendidikan politik, komunikasi politik dan sosialisasi politik.

“Tapi kenyataan fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik. Kebanyakan parpol tidak menjalankan fungsi-fungsi ini dengan disiplin. Fungsi rekrutmen dan kaderisasi tidak berjalan dengan baik. Pada saat seleksi bakal calon legislatif atau bakal calon kepala daerah kebanyak yang dipilih bukan berasal dari kader-kader parpol,” jelas Ferry Liando.

Beberapa faktor penyebab, diantaranya, sebagian parpol tidak cukup tersedia kader-kader berkualitas karena fungsi-fungsi kepemimpinan dan kaderisasi politik tidak berjalan dengan baik.

Faktor lainnya, kalaupun parpol menyediakan sejumlah kader terbaik namun ironinya yang dicalonkan oleh parpol adalah anggota masyarkat yang tidak dikaderkan parpol. Kebanyakan yang dicalonkan adalah kader-kader parpol lain atau masyarakat yang bukan kader parpol tapi memiliki banyak uang.

Menjelang pemilu, banyak parpol berubah fungsi menjadi seperti kantor travel penjual tiket. Tiket parpol kerap dilelang kepada publik untuk diperebutkan. Dan siapa yang hendak dicalonkan sangat tergantung pada jumlah mahar.

“Sehingga yang kita saksikan saat ini di lembaga-lembaga legislatif sebagian diantara mereka tidak siap dari aspek profesionalisme dan integritas. Sejumlah politisi di DPRD yang mapan ternyata telah melalui proses pendidikan politik yang matang di sebagian parpol,” tandas Ferry Liando.

Lanjut Ferry Liando, negara baik pemerintah maupun masyarakat sangat membutuhkan peran partai politik sehingga sesuai UU nomor 2 tahun 2008 sebagaimana di ubah dengan UU nomor 2 tahun 2011 tentang parpol menjelaskan bahwa negara memberikan bantuan anggaran lewat APBD ataupun APBN.

Bantuan itu dimanfaaatkan sebanyak 40 persen untuk operasional parpol sedangkan 60 persen dimanfaatkan untuk pendidikan politik dan kaderisasi. Nominalnya dihitung berdasarkan jumlah suara. Kalau dulu dihitung Rp. 108 per suara. Kedepan akan ditingkatkan menjadi Rp. 1000 per suara.

“Saat ini sedang dalam proses seleksi terhadap partai politik peserta pemilu 2019. Seleksi perlu diperketat agar mendapatkan parpol yang berkualitas,” pungkas Ferry Liando.

 

(***/JerryPalohoon)

 

 

 

 

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment