BeritaManado.com

OPINI: Solidaritas untuk Kebhinekaan

January 23
15:15 2017

Oleh: Raja Juli Antoni, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

“Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!” ~ Presiden Soekarno

Pidato tahun 1955 itu kini terasa semakin relevan, di tengah menguatnya arus intoleransi dan kemunculan kelompok-kelompok yang kerap memaksakan kehendak suatu golongan saja. Tekanan massa, hasutan, bahkan ajakan melakukan tindak kekerasan mengatasnamakan agama, telah mengganggu suasana kehidupan berbangsa.

Partai Solidaritas Indonesia, PSI, mengapresiasi pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu, yang mengingatkan kita tentang bahaya — mengutip istilah bung Karno — “Ideologi Tertutup”:

“Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan”

Partai Solidaritas Indonesia berbagi kecemasan yang sama, dengan PDI Perjuangan. Kami menganggap, jika dibiarkan, ini semua akan menjadi sumber bibit-bibit perpecahan. Mengabaikan amanat para founding fathers yang menginginkan Negeri ini menjadi tempat bagi semua kalangan. Kami memahami “kegeraman” Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, terhadap sikap memaksakan kehendak yang dipertontonkan Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam.

Partai Solidaritas Indonesia, berada dalam perahu yang sama dengan PDI Perjuangan, dalam komitmen membela konstitusi dan penegakan hukum. Dan kami bergabung dalam “koalisi” penguatan suara silent majority untuk bangkit mempertahankan Indonesia.

PSI siap berjuang berdampingan dengan PDI Perjuangan dan semua pihak yang ingin mempertahankan Republik Indonesia dari ancaman kelompok-kelompok fasis yang ingin menjauhkan Indonesia dari cita-cita para pendiri republik. (***)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment