BeritaManado.com

Masyarakat Likupang Kampung Ambong Minut Kini Bisa Minum Air Bersih. Gratis !!!

July 15
08:12 2017
Anak didik SD Inpres Kampung Ambong menikmati air minum gratis.

Anak didik SD Inpres Kampung Ambong menikmati air minum gratis.

Para siswa menikmati air minum, disaksikan langsung oleh Bupati Minut Vonnie Panambunan dan Camat Liktim Donny Rondonuwu.

Para siswa menikmati air minum, disaksikan langsung oleh Bupati Minut Vonnie Panambunan dan Camat Liktim Donny Rondonuwu.

 

Likupang-Kesulitan mendapat air bersih melanda sejumlah besar desa yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) khususnya wilayah pesisir pantai.

Kondisi air yang kotor dan berbau membuat warga kesulitan melakukan aktifitas mandi, mencuci, bahkan untuk memasak.

Beruntung, di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur telah diciptakan sebuah alat pengelolaan air hujan menjadi air siap minum.

Alat tersebut dibangun oleh Learn to Live, sebuah lembaga swadaya masyarakat asal Amerika yang memiliki misi untuk membantu seluruh orang di dunia untuk mendapat air bersih dan pengobatan gratis.

“Kami bekerja selama 6 tahun dan kami merasa masyarakat disini (Minut, red) sudah menjadi bagian dari hidup kami. Masyarakat selalu mengingatkan saya akan berapa besar dan hebatnya motivasi dari semua manusia. Saya ucapkan terima kasih pada masyarakat Likupang karena telah dengan senang hati menerima kami, memberi makanan dan minuman dan terutama mengajarkan kami cara hidup. Bersama-sama kita disini adalah agen perubahan dan kita sama-sama sudah melakukan ini,” ujar pendiri Learn to Live Global, Yanti Turang di sela-sela peresmian proyek air bersih di Desa Likupang Kampung Ambon, Jumat (14/7/2017).

Foto bersama Bupati Minut Vonnie Panambunan, Kapolres Minut Alfaris Pattiwael, Legislator Sarhan Antili, Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu, personel Learn to Live.

Foto bersama Bupati Minut Vonnie Panambunan, Kapolres Minut Alfaris Pattiwael, Legislator Sarhan Antili, Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu, personel Learn to Live.

CEO Learn to Live Global Yanti Turang.

CEO Learn to Live Global Yanti Turang.

 

Wanita keturunan Tomohon dan Australia itu menjelaskan, sistem kerja penyaring air ini yaitu air hujan yang turun ditampung dalam tong berkapasitas 6000 liter, kemudian air disaring hanya menggunakan bahan-bahan alami seperti arang, pasir silika dan kerikil. Semua alat dan bahan tersebut hanya membutuhkan modal sekitar Rp120 juta.

Hadirnya alat penyaring ini membuat masyarakat terlebih siswa SD Inpres Kampung Ambong bisa langsung mengkonsumsi air tanpa dimasak ataupun membeli air kemasan.

“Namun air ini tidak mengandung mineral karena berasal dari air hujan, tapi tetap layak diminum karena sudah diperiksa petugas kesehatan. Selain disini kami juga sudah membangun alat serupa di Desa Sapa Kabupaten Minahasa Selatan, Pulau Siladen dan Pulau Bunaken di Kota Manado, Manado, dan dua unit alat yang sama di Pulau Nain Minahasa Utara. Selain air bersih, ada juga layanan kesehatan secara gratis,” jelas Yanti Turang.

Atas bantuan tersebut, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh Learn To Live Global.

“Ini luar biasa, air hujan bisa jadi air bersih dan dapat diminum langsung. Tentunya ini sangat membantu masyarakat disini (kampung Ambong,red). Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Learn To Live Global, yang membuat dan mengadakan alat saring ini, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tuhan pasti memberkati segala upaya pekerjaan yang anda lakukan ini,” ujar Bupati saat meresmikan penggunaan alat tersebut.

Usai peresmian, Bupati VAP yang didampingi Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, Anggota DPRD Minut Hj Sarhan Antili, Asisten I Rivino Dondokambey, Camat Likupang Timur Donny Rondonuwu, Hukum Tua Kampung Ambong Frangky, Kepala Dinas Pendidikan Lilly Lengkong, Kepala Dinas Kesehatan Rossa Tidajoh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jossy Kawengian, Kepala Inspektorat Umbase Mayuntu, Kabag Humas Minut Styvi Watupongo dan sejumlah kepala perangkat daerah menyaksikan beberapa siswa SD yang meminum air bersih yang dihasilkan oleh alat saring air hujan.

Menariknya, Anggota DPRD Minut Hj Sarhan Antili, berkesempatan mewakili pemerintah dan masyarakat, mencoba langsung air minum tersebut.

“Airnya segar, dan mudah didapat karena tinggal memompa tong, air langsung keluar dari keran. Ini sangat membantu masyarakat disini,” ujar Antili.(findamuhtar)

 

 

 

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment