BeritaManado.com

Manajemen Rumah-Sakit Siloam Diduga Berniat Menipu Keluarga Pasien, Begini Ceritanya..

November 21
00:00 2017
Siloam Hospitals Manado

Siloam Hospitals Manado

 

Manado, BeritaManado.Com – Pengalaman langsung kembali dialami legislator Sulut, Billy Lombok SH.

Tokoh muda yang memang dikenal tak henti menyuarakan aspirasi masyarakat ini menyebut sejumlah kekecewaan atas pelayanan manajemen Rumah Sakit Siloam (Siloam Hospitals) Manado.

 

“Sedih rasanya bila pelayanan kesehatan tidak kunjung berbenah, saya temukan sendiri, ada pasien opa-opa, datang dari jam 6.30 pagi, sampai jam 9 pagi tidak kunjung mendapat pelayanan, saya bertemu lagi dengan beliau di toilet, sudah berteriak kepayahan, opa itu pasien BPJS. Rumah sakit di Sulut, 95 persen pasien JKN, itu berarti pemasukan terbesar rumah sakit dari program dan dana BPJS, kalau seperti ini harus dievaluasi serius, program andalan gubernur ialah kesehatan, cuma di lapangan, pelayanan tidak oke,” jelas Billy Lombok kepada BeritaManado.com, Senin (20/11/2017).

 

Billy Lombok pun menyentil soal profesionalitas manajemen Rumah Sakit Siloam.

“Kami pun ditulis kontrol jam 8 pagi, ternyata dokter ada jam 5, bayangkan orang sakit kemudian dibuat sangat repot, saya membayangkan kalau pasien datang dari luar Manado,” tukas Ketua Pemuda Sinode GMIM periode 2005-2014 ini.

Billy Lombok juga Lombok menyentil pihak Rumah-Sakit Siloam yang tidak jujur menyediakan fasilitas kesehatan.

“Kami membayar untuk kamar yang S VIP, malam pertama kami dimasukkan ke kamar VIP, charge nya SVIP, karena saya protes akhirnya besok dipindahkan. Tapi pembayaran malam pertama tetap dihitung SVIP, dan rumah-sakit sendiri bersikukuh bahwa itu kamar SVIP, walau saya punya bukti bahwa itu kamar VIP, ukuran saja sudah beda jauh, bayangkan kalau pasien lain yang tidak mengerti perbedaannya.

Kebetulan ada teman dirawat di VIP jadi saya tahu bedanya, akhirnya pihak rumah-sakit menjelaskan bahwa ada bedanya, saya tanya apa bedanya, dijawab wallpaper, wah kenapa tidak sekalian beda di campuran beton, masa jeruk dibilang manggis, managemen payah!  Bagaimana menopang program ODSK kalau begini, kewajiban sudah diselesaikan konsumen, hak konsumen tidak dikasih, bahkan rumah sakit cenderung ngeyel dan terkesan menipu! Bayangkan saja saya pun dengan status wakil rakyat bisa terjadi seperti ini, apalagi warga lain yang tak tahu mengadu bagaimana,” seru legislator Partai Demokrat ini.

 

Soal pasien BPJS juga mendapat tanggapan Billy Lombok.

“Saya duduk bersama pasien-pasien lain, rata-rata mereka mengeluhkan pelayanan BPJS, kemudian uang kami pun belum diurus rumah sakit dengan alasan sistem offline, saya sudah crosscheck dengan BPJS Manado, jaringan baik baik saja, apa harus tunggu orang vokal baru berbenah, ini soal kesehatan. Mohon maaf kepada seluruh dokter dan perawat yang sudah merawat kami maksimal, tapi sistem disini sangat memprihatinkan,” pungkas Billy Lombok sangat kecewa.

 

(JerryPalohoon)

 

Baca juga berita terkait Rumah Sakit:

 

 

 

 

 

 

 

 

12 Comments

  1. Leo November 24, 19:17

    Gila juga ada orang merasa bahwa pak billy cuma cari perhatian. Di saat dia melakukan tugasnya untuk melakukan pengawasan dan membantu menyuarakan aspirasinya langsung dari pengalaman pribadi lewat media, kok dibilang cari perhatian…? Mgkn di lain waktu beliau tidak sempat lakukan pengawasan, jangan2ngoni mo blg dia lalai melakukan tugas… Ngoni ini maunya apa so? Mari berdoa supaya ngoni dapa kamar inap yg mahal mar depe beda deng kamar yg 1tingkat di bawah pa ngoni adalah beda wallpaper…

    Reply to this comment
  2. Ime November 22, 19:45

    Saya prnah kjadian dtg d RS ini jam 9 dokternya dtg jam 2…hampir pingsan mnunggu dokter krn ksakitan..apa krn pake asuransi??trus semena mena pd pasien?org sehat pun kl dsuruh tgu bgtu lama jdi stress aplg org sakit

    Reply to this comment
  3. Trouw November 22, 06:55

    Betul sekali pak iwan.. mama saya selamam 3bulan terakhir pake BPJS dan sudah 3x sampe proses operasi masuk RS SILOAM pake BPJS baik2 saja tidak ada masalah.. budayakan ngantri n jadi orang itu sabar…

    Reply to this comment
    • BPJS November 22, 12:55

      Ngantri dari jam 6.30 pagi pak ? Jam 9 lewat belum juga ? Ini registrasi dan administrasi lho, belum dia antri di dokter. Dan penjelasan BPJS sebenarnya bkn hanya RS ini kalau soal BPJS jadi sangat lama, cuma RS ini yg banyak laporan masuk soal pasien BPJS, sampai kontrak baru ditetapkan 6 bulan oleh pihak BPJS

      Reply to this comment
    • R19 November 22, 18:31

      Kku saya bkn melihat dari pelayanan rumah sakit, rapi bpjs itu sendiri klu mo lihat pengurusannya rempong banget harus ke sana kemari itu dan itu. Syatem digital komputerisasisudah dibuat untuk membuat semua mudah dan cepat tapi kayaknya prosesnya cukup panjang. Banyak kasus kku kita lihat di berita dari gubernur risma soal pelayanan admnistrasi yg membuat banyak proses yg merugikan sedangkan system sudah digital semua bgt juga sidak yg dilakukan oleh presiden jokowi system komputerisasi yg bukan membuat cepat tapi byk merepotkan. Dan berdalih karena ini dan itu.

      Reply to this comment
  4. Nicho Tumbel November 21, 22:56

    Klw billy bilang rs.siloam sdh lama begini… tdk beres, berarti kasus ini setiap hari terjadi… oh katuk… so mengada ada lagi ini billy… so cari perhatian lagi. Dan jg bagaimanapun profesional kita, pasti akan ada celah… dan hrs dimaklumi. Gbu… Tym… Amin.

    Reply to this comment
    • Roy November 22, 10:20

      Saya kira tepat kalau bpjs, RS, para contoh2 kasus korban, bisa duduk bersama, Hak pak nico berpendapat, atau mungkin pak nico ini yg cari perhatian, ada orang yg mengkritik untuk kebaikan bukannya bagus pak ?
      Mungkin enak kang pak, klo pesan A dapa B, notabene fasilitas dan bahkan semua harga
      pelayanan berbeda.
      Menurut penjelasan yg saya dapat, ini kejadian berulang, saat opname, kemudian saat periksa lanjutan. Dapa kena bohong lagi, pake alasan bpjs offline se indonesia. Ini ada yg berani mengutarakan.
      Ato nanti biar tunggu online baru ada tindakan ke pasien, ato biar ada bola baru, muncul testimoni dari para keluarga korban baru bapak bilang, saya mungkin beruntung, tapi yg lain tidak, mudah2an RS cepat berbenah.

      Reply to this comment
    • Merry November 22, 19:14

      Kl ada yg memberikan masukkan, kritikan apakah itu dikatakan mencari perhatian, menyudutkan?Masukkan yg diberikan untuk memacu RS Siloam berbenah agar spy lebih baik. Kl ada perubahan jg yg merasakan kita semua. Nicho dan Iwan tdk mengalami jd dgn mdh mengatakan akan memaklumi dan mencari perhatian, tp bagi para pasien yg telah diperlakukan tdk profesional pasti akan merasakan kecewa. Ada kasus lain yg terjadi ketika ada pasien yg dirawat dan kondisi pasien saat itu demam tapi RS Siloam tdk mempunyai termometer, sehingga menyebabkan koma dan harus dibawa ke RS lain, kl anda yg di posisi seperti itu dan itu Ibu, Ayah,Istri, Om,Tante (keluarga) apakah msh akan mengatakan menyudutkan,memaklumi, dan cari perhatian?saya yakin anda akan berpikiran terbuka dengan halnya kritikan dan masukkan yg diberikan untuk kemajuan RS Siloam dlm melayani masyarakat.

      Reply to this comment
    • Leo November 28, 02:03

      Qt berdoa supaya ente nda pernah nginap di kamar ekonomi mar musti bayar kamar VIP. Qt berdoa supaya ente nda pernah maso gawat darurat jam 8 pagi mar dokter datang lia nanti jam 5 sore. Qt berdoa supaya ente sehat2trus deng nda pernah maso ni RS model bagini. Qt berdoa ente nda pernah alami perlakuan RS begini mar malah orang rupa ente bully.

      Reply to this comment
  5. iwan November 21, 15:48

    pengalaman saya berobat dgn BPJS di RS Siloam baik-baik saja, semua lancar dan sesuai prosedur…mngkin di saat anggota dewan yg terhormat sedang cek di siloam manado sedang ada trouble…smua hrus kita lihat dri segi positif, itu rumah sakit loh…tidak perlu di sudtkan

    Reply to this comment
    • Keluarga November 21, 23:05

      Kalau sedang trouble kenapa billingnya kok di charge harga yg tidak sesuai jenis kamar ya ? Diprotes, malah di bertahan dan bilang beda di wallpaper.
      Semua ada sisi positifnya, pada kasus ini, positifnya RS harus berbenah, BPJS saat itu hujan lebat, disuruh balik fotokopi ktp dan bpjs dua rangkap, stelah di cek ke BPJS bukan seperti itu prosesnya, tidak ada proses fotokopi.
      Mungkin pak iwan lagi great luck, dan kondisi kami bad luck. Tapi kok banyak yg bad luck ya..
      Klo RS sudah tidak bisa dikritik, apakah selalu kita manusia lari ke yg namanya NASIB ? Semua Tuhan so atur ? Atau masih boleh yg namanya pengawas RS yg dibentuk pemerintah memaksimalkan perannya ?
      Saat itu ada penjelasan, ohh sistem BPJS secara nasional pak rusak, saya lihat di berita begitu..demikian penjelasan RS, langsung kami crosscheck ke BPJS, ternyata tidak, bayangkan saja pasien lain di kesempatan lain.
      Bukan gila hormat, tapi ini kenyataan dan fakta

      Reply to this comment
  6. billy November 21, 12:24

    so lama mmg ni siloam bagini.. cm nda ada orang lapor…

    Reply to this comment

Write a Comment