Penulis: amas | 21/04/2012.
Manado - Rencana pelantikan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Malalayang menarik perhatian tersendiri beberapa kalangan. Pasalnya, di Sulawesi Utara pola keterbukaan (inklusivitas) perekrutan pengurus tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya.
”Saat ini PKS, apalagi di Sulawesi Utara akan dilakukan perubahan rekrutmen kader, maupun sebagai pengurus yang tidak lagi terfokus pada umat Islam saja. Namun akan memberikan ruang pada kader-kader yang beragama selain Islam untuk masuk dalam komposisi struktut kepengurusan,” ungkap Abuhasan Syafi ketua DPC PKS Kecamatan Malalayang.
Ketika diminta tanggapan, Taufik Tumbelaka pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi Utara, pria vokal ini menuturkan langkah perubahan yang dilakukan PKS tentu memiliki efek ganda.
”Sudah barang tentu perubahan pola rekrutmen dan format kebijakan partai akan membawa implikasi ganda pada masyarakat selaku konstituen. Memang untuk konteks Sulut, pola ini relatif berpeluang mendorong PKS,” tutur Tumbelaka.
Tumbelaka menilai cara-cara yang realistis dan relevan yang dilakukan tiap partai bakal menjadi potensi untuk memajukan partai itu sendiri nantinya.
”Memang menjelang 2012 semua partai selalu melakukan pengkajian terhadap realitas masyarakat, sehingga dalam praktiknya partai melakukan manuver atau merubah siasat perjuangannya untuk rakyat,” tandas Tumbelaka menutup.
Tags: Partai Keadilan Sejahtera, PKS, Taufik Tumbelaka
TERKOMENTARI