Penulis: amas | 10/05/2012.
Manado – Dengan adanya keharusan untuk secepatnya dibentuk Badan Kehormatan (BK) sebagai salah satu alat kelengkapan Dewan di DPRD Kota Manado, dengan tarik-menarik kepentingan yang begitu besar volumnye berakibat pada belum ditemukannya solusi konkrit atas dibentuknya BK.James Karinda Wakil Ketua DPRD Kota Manado saat diminta tanggapannya menuturkan, pembentukan BK menurutnya masih melewati jalan berliku. Pasalnya, dari 6 (enam) fraksi di DPRD Manado belum ada titik temu dalam menempatkan 5 (lima) orang personilnya di BK.
‘’Kondisi riilnya, BK itu butuh 5 (lima) personil hanya saja dari keseluruhan fraksi (enam) tak ada yang mau mengalah, semua bertahan dan menginginkan posisi di BK. Jadi mandeknya pembentukan BK ini karena terhambatnya pembicaraan lintas fraksi,’’ tutur Karinda.
Kader PDI-Perjuangan ini melanjutkan pihak pimpinan Dewan sejauh ini telah berupaya maksimal agar dibentuknya BK, Karinda meminta demi tersenggaranya sinergitas atara legislatif dan eksekutif dan terwujudnya kepentingan umum masyarakat, maka pimpinan fraksi diminta bisa ada yang legowo.
‘’Kelihatannya tak ada yang kooperatif, masing-masing fraksi masih ngotot mempertahankan posisinya di BK. Disini kami meminta pimpinan fraksi agar bisa legowo dan mampu mendahulukan kepentingan warga Kota Manado, bagaimana mungkin dapat terbangun sinergitas antara legislatif dan eksekutif, kalau BK pun belum terbentuk,’’ tanya Ketua Umum PMI Sulawesi Utara ini. (Am)
Tags: Jamesn Karinda, Kantor DPRD Manado, pdi-p, pmi
papa rIzky
10/05/2012 at 10:23
di situasi seperti ini, diperlukan Voting!!!!