Penulis: ayk | 12/05/2012.
Bitung—Dengan alasan mensukseskan program ketahanan pangan, Wakil Walikota Bitung, Max Lomban mengajak melakukan penghematan. Salah satu cara melakukan penghematan menurut Lomban adalah menggalakkan sehari tanpa mengkonsumsi nasi, dengan semikian menurutnya warga Kota Bitung bisa melakukan penghematan beras.
“Kebutuhan penduduk Kota Bitung untuk beras semakin tinggi sehingga harga pun makin mahal sementara stok yang ada sering tidak mencukupi. Nah kedepannya Pemkot Bitung akan memprogramkan satu hari dalam seminggu masyarakat diwajibkan tidak makan nasi,” kata Lomban ketika memimpin evaluasi raskin beberapa hari lalu.
Program ini sendiri menurutnya, akan diawali PNS lingkup Pemkot Bitung. Dimana ia meminta PNS untuk setiap pagi menu sarapan diganti dengan makan bubur.
“Demikian pula dengan program satu hari tak makan nasi, masyarakat bisa memilih menunya seperti pisang, jagung atau ubi rebus,” katanya.(en)
Tags: beras miskin, bitung, Ketahanan Pangan, Max Lomban, Raskin
Je
12/05/2012 at 23:59
Ini ajakan beking kita tatawa doe….. hehehehhe… apalagi tu mo ‘makan bubur’
Om
13/05/2012 at 00:52
Saran buat Bpk. Wakil Walikota bagimana kalu cari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pangan seperti beras di Bitung. Contohnya pemerintah bitung bisa mengalokasi dana khusus untuk membeli beras kong di jual murah bagi rakyat yang kurang mampu.
Mewajibkan masyarakat untuk tidak makan nasi satu hari dalam seminggu dan di ganti dengan bubur sangat tidak bijaksana. Saya kira bubur itu terbuat dari beras juga, bukan? hehehe
Semoga Pemda di sana lebih bijaksana dalam mencari solusi!!
tante lobbe
13/05/2012 at 09:49
Ajakan ini menunjukkan bahwa pemkot bitung tidak dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya sampai rakyat disuruh puasa makan nasi. Mestinya tingkatkan itu daerah jd swasembada beras atau tingkatkan taraf hidup masyarkat sehingga masyarakat punya kemampuan utk beli beras bukan disuruh puasa. Itu tandanya anda tidak mampu membangun bitung.
rina
13/05/2012 at 12:02
hahahaha rasa killlleeeer mo makang bubur satu hari hihihihihihi….. mending makang ubi-batata-bete-milu taaauuuuuuuuuuukkk….:D
ca beres ni ajakan satu hari dalam seminggu (WAJIB) nyanda makang nasi hihihihihi
snake eyes
13/05/2012 at 13:00
ajakan yang aneeeh. masak kwa utk alasan ketahanan pangan, kong mo wajibkan nda makan nasi sehari dalam seminggu. Kita bukan pakar mar kita rasa ada cara yg lbh elegan utk mewujudkan ketahanan pangan no, spt lebih memberdayakan petani, pemanfaatan lahan tidur, menjadikan pekarangan sbg dapur hidup dll.
Cakalang
13/05/2012 at 15:12
Sebenarnya maksud dari ajakan ini baik. salah satu langkah penghematan dimulai dengan mengurangi konsumsi beras. orang2 tua dulu di kobong makang ubi batata, pisang rubus boleh mo hidup dan sehat, kenapa trg warga bitung nda coba. tetapi mgkn frekwensinya cukup 1 bulan sekali. tetapi semuanya dikembalikan ke masyarakat. kita pribadi ok2 saja..
Dewa R
13/05/2012 at 19:44
hmmmm>>>belajar Biologi dulu pak Max..sebelum bicara…..Bilang sulut Lumbung beras…kong petani sawah suruh tanam ubi….hmmmm…ganti jo program sentuh bubur
Dolfi Kalempouw
08/07/2012 at 09:27
SULUT adalah tanah yang diberkati Tuhan, jadi kalau bikin program coba diperhatikan kemurahan Tuhan ini. Kalau Tuhan sudah kasih beras untuk dimasak dan kemudian dimakan, jangan ditolak jangan sampai Tuhan bikin SULUT jadi kesulitan beras. Program “sehari tanpa makan nasi” ini cocok-nya di tempat lain, jangan di SULUT (BITUNG). Salam dari Papua