BeritaManado.com

Kasus Pemecah Ombak Likupang Telan Korban, Kejati Tahan Mantan Kepala BPBD dan PPK 

November 06
19:48 2017
Usai Menjalani Pemeriksaan, Tersangka R (Kanan) Digiring Penyidik Kejati Sulut

Usai Menjalani Pemeriksaan, Tersangka R (Kanan) Digiring Penyidik Kejati Sulut

 

Manado, BeritaManado.com — Kasus dugaan tindak korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang II Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), akhirnya menelan korban.

Senin (6/11/2017), Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) telah melakukan penahanan terhadap tersangka oknum mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara TA 2016, inisial R dan S selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Penahanan dilakukan untuk selama 20 dua puluh hari yaitu terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 25 November 2017 di Lapas Kelas II A Malendeng Mando,” ujar Kajati Sulut melalui Kasi Penkum Kejati Sulut Yoni Malaka.

Berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp 8 Miliar.

Dijelaskan Malaka, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang II Kabupaten Minahasa Utara.

“Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU nomor 20 tahun 2001,” pungkas Malaka.

(rds)

 

 

 

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

three × 2 =