BeritaManado.com

Kasus Kematian Pasien di RSUP Kandou, Ini Penjelasan Lengkap Dirut MAXI RONDONUWU

May 09
18:17 2017
Dirut RSUP Kandou Manado, dr Maxi Rondonuwu

Dirut RSUP Kandou Manado, dr Maxi Rondonuwu

 

Manado – Kepala RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, dr Maxi Rondonuwu, menepis kasus kematian pasien ibu hamil, Hesty Toweka pada Senin, 8 Mei 2017, pukul 06:30 WITA, akibat kelalaian tim dokter.

 

Baca: Tega !!! Rumah Sakit Ini Diduga Telantarkan Pasien Hamil Hingga Meninggal

 

Menurut Maxi Rondonuwu, perawatan pasien Hesty Toweka di RSUP Kandou sudah sesuai prosedur.

“Terbukti sejak masuk 8 April 2017, tak ada keluhan dari keluarga kepada pihak rumah-sakit terkait perawatan pasien. Bahkan sejak masuk RSUP Kandou kondisi pasien sudah enfeksi terus dilayani maksimal oleh perawat dan tim dokter,” ujar Maxi Rondonuwu pada konferensi pers, Selasa (9/5/2017).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara ini, menjelaskan kronologi pasien Hesty Toweka berusia 31 tahun sesuai rilis.

Pasien masuk RSUP Kandou pada 8 April 2017, dirujuk dari RSUD Tobelo Maluku Utara.

Pasien dirawat inap di Irina D oleh tim dokter kebidana dan kandungan. Di rawat untuk menangani keadaan infeksi (ditangani bersama dokter bagian penyakit dalam), disertai penanganan untuk menjaga kondisi kehamilan.

Setelah infeksinya teratasi pasien direncanakan untuk terminasi kehamilan dengan cara operasi sectio caesarea jika umur kehamilan sudah aterem (lebih 37 minggu) dan kondisi ibu memungkinkan.

Tanggal 26 April 2017 dilakukan pemeriksaan USG ulang oleh dokter spesiali kebinanan dan sesudahnya dokter menyampaikan kepada keluarga bahwa pada minggu depan pasien sudah akan dipersiapkan untuk rencana operasi.

Tanggal 5 Mei 2017, dikonsultasikan ke bagian anastesi untuk rencana operasi dan akhirnya dijadwalkan di instalasi bedah sentral untuk operasi pada tanggal 8 Mei 2017 (usia kehamilan 36-37 minggu), juga telah dikonsultasikan ke bagian bedah untuk pendampingannya saat operasi karena dari pemeriksaan USG ditemukan juga adanya massa (tumor) dalam perut.

Tanggal 6 Mei 2017 sekitar pukul 01.00 WITA, pasien mengalami kenaikan tekanan darah diikuti kejang dan penurunan kesadaran, pasien dinyatakan mengalami EKLAMPSIA. Pasien langsung ditangani sesuai protokol penanganan EKLAMPSIA. Selanjutnya pasien dipindahkan ke ruangan rawat Intensif Care Unit (ICU).

Tanggal 8 Mei 2017, pukul 06.30 WITA, pasien meninggal dunia di ruangan ICU.

Tim dokter kebidanan dan kandungan RSUP Kandou: Dr. dr John Wantania Sp.OG (K), Dr. Juneke Kaeng Sp.OG (K), Ns. Isje Sondakh, Amd.Keb S.Kep (Kepala Irina D)

(***/JerryPalohoon)

 

3 Comments

  1. Sherly Pardede May 15, 10:32

    Rumah sakit ma selalu begitu pandai mutar balikan fakta.. sebarkan lagi saja berita ini agar netizen tau spya di usut smpai tuntas bila prlu presiden qt hrs tau tntng medis di indonesia spti apa bila memakai bpjs..

    Reply to this comment
  2. devran May 10, 08:35

    tetap ada saja Alasan untuk menepis segala tuduhan,,yg jelas penangananNya ngak maksimal…..
    klo orang berduit yg sakit pasti GerakanNya juga kayak lihat Duit.

    Reply to this comment
  3. youke May 10, 06:31

    jangan suka memutarbalikkan fakta. ..nyawa sesorang bad akan kembali dgn alasan kalian. ..makang jo ngni pe alasan

    Reply to this comment

Write a Comment