BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

Ini Surat Terbuka Ormas Adat serta Buruh ke Gubernur Jelang Natal dan Tahun Baru

December 10
18:25 2017
Rocky Oroh

Rocky Oroh

 

Bitung – Jelang Natal dan tahun baru, Ormas Budaya, Adat dan Tradisi Minahasa Provinsi Sulawesi Utara serta Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Provinsi Sulawesi Utara mengirimkan surat terbuka kepada Gubernur Sulut dan Kapolda.

Berikut isi surat terbuka yang dikirimkan kepada Gubernur dan Kapolda;

To : Gubernur Dan Kapolda Sulawesi Utara. 

Cc : Walikota/Bupati Dan Kapolres.

#LPG Bersubsidi dalam  rangka  Natal dan  Tahun  Baru. Kami  rakyat  Sulawesi  Utara  meminta  secara  langsung  agar GUBERNUR dan  KAPOLDA  dapat  menjamin  pasokan  LPG aman dan  terkendali. Menjamin  dalam  hal pasokan  sesuai  quota dan wajib ada  penambahan quota LPG bersubsidi, menjamin kepatuhan Harga Eceran Tertinggi (HET) di setiap Kab/Kota.

Mangawasi dan  menindak agen/pangkalan LPG nakal yang menyelewengkan LPG bersubsidi kepihak-pihak (spekulan) yang hanya mementingan keuntungan pribadi (periksa dan teliti lock book setiap  pangkalan).

***. HET  : Keputusan Gubernur No.60/2015 tentang penetapan HET gas LPG 3 Kilogram.

#Listrik Untuk  menjamin kekhusukan dan sukacita dalam menyambut  Natal 2017 (banyak  sekali  acara ibadah dan  persiapan hari raya), GUBERNUR  DAN  KAPOLDA Sulawesi Utara wajib menjamin Natal 2017 berjalan sukses dengan meminimalisir semaksimal mungkin pemadaman listrik di Sulawesi Utara.

Pemadaman listrik sangat berpengaruh besar dalam  persiapan  Natal dan  Tahun  Baru. Sukacita dan  stabilitas daerah akan  terganggu oleh hal  yang  dimaksud.

#Bahan Pokok, GUBERNUR dan  KAPOLDA  wajib turun  langsung  guna  memastikan ketersediaan bahan  pokok dalam  menyambut  Natal  dan  Tahun  Baru serta  memastikan  tidak  adanya spekulan-spekulan nekat  yang memanfaakan momen  ini hanya  untuk  kepentingan/keuntungan diri  sendiri dan  mengorbankan kepentingan  orang  banyak.

#Tunjangan Hari Raya (THR), Gubernur Sulawesi Utara  dan  Kapolda wajib memastikan berjalannya  kepatuhan  aturan  terkait Tunjangan Hari Raya sesuai  amanat  undang-undang Ketenagakerjaan. Dimana  THR ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Sesuai fakta  lapangan  80 % pelaku  usaha / industri / dll di Sulawesi  Utara selalu  membangkang atas  ketentuan  aturan  baik  waktu dan  jumlah THR bahkan  masih  banyak di Sulawesi  Utara  yang  tidak menerapkannya. Hal  ini bisa menjadi  kegagalan visi  dan  misi Gubernur Sulawesi  Utara dalam  dunia  perburuan.

#Hari Raya Keagamaan, Gubernur wajib  bertanggung  jawab  untuk  melindungi warganya dari  pembangkangan  aturan  dan  sikap  “pandang  enteng” pelaku  usaha. Berkaca dari  beberapa  tahun  berjalan  banyak  sekali  karyawan/buruh/pekerja yang  tidak  dapat  merasakan  sukacita Natal dan  Idul Fitri / hari raya  keagamaan lainnya disetiap  tahun hal  ini  banyak  ditemukan  dianeka macam supermarket dan pabrikan  serta  sejenisnya.

Hal  jadi persoalan  setiap  tahun yang  harus  segera  dihentikan. Jika hal  ini  masih  berlaku maka  jangan  salahkan  jika  ada  kelompok-kelompok  masyarakat yang  akan  mengambil  langkah-langkah sendiri guna  membela  hak para buruh/pekerja ini.

Jika  hal  ini sampai  terjadi itu  menandakan kegagalan  pemerintah dalam  penegakkan  aturan  sesuai  konstitusi. 

Selamat menyambut/menyongsong Hari Raya  Natal, 25 Desember 2017 dan  Tahun  Baru, 01 Januari  2018. 

Rocky Oroh 

– Ketua Badan  Pengurus  Pusat Makatana Minahasa – Propinsi Sulawesi Utara.

– Wakil Koordinator Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Propinsi Sulawesi Utara.

(abinenobm)

 

 

 

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

four × 1 =