BeritaManado.com

Ini Modus Sang Ojek Bisa Perkosa dan Filmkan Penumpangnya

August 13
17:48 2017
Andreas di tahanan Polres Bitung

Andreas di tahanan Polres Bitung

 

Bitung – AS alias Andreas (26) tukang ojek yang viral karena sejumlah penumpangnya pernah menjadi korban bejatnya rupanya memiliki strategi jitu dalam melakukan aksinya.

Warga Kelurahan Bitung Barat Dua Kecamatan Maesa ini mengaku selalu melakukan aksinya di malam hari dengan cara berkeliling mencari wanita muda yang butuh jasa ojek ditengah malam.

“Sebelum berkeliling saya Miras dulu baru mulai jalan mencari penumpang,” kata Andreas beberapa waktu lalu di tahanan Polres Bitung.

Modus pria yang sudah memiliki tiga anak ini, adalah pura-pura bersedia mengantar para korban sesuai tempat yang mereka pesan sebelum naik ojek.

Tetapi dalam perjalanan, ia justru mengarahkan korban ke sebuah pekuburan umum, dan langsung menodong korban dengan sebilah pisau yang selalu dibawa di pinggangnya.

“Saya sengaja bawa ke pekuburan karena sepi dan pasti mereka ketakutan hingga menurut,” katanya.

Ia mengaku dalam menjalankan aksinya, tak semua wanita yang membutuhkan jasanya diangkut tapi hanya yang berpenampilan menarik saja dan masih muda.

“Saya pilih, kalau yang bagus (cantik, red) baru saya bawa,” katanya.

Andreas juga mengaku lokasi kuburan yang pernah ia gunakan memperkosa korban adalah kuburan Girian dan kuburan Madidir.

“Ada beberapa yang saya rekam agar mereka tak melapor serta menjadi koleksi pribadi,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting SIK MH mengaku sempat tercengang setelah mengetahui tukang ojek yang biasanya mangkal di sekitar Pasar Winenet Kecamatan Aertembaga ini, ternyata sudah sering ‘bergentayangan’ melakukan tindakan cabul dan perkosaan terhadap para wanita.

“Para perempuan dibawa ke kuburan, diperkosa sambil direkam, sadisnya bukan cuma satu korbannya, ternyata ada banyak,” kata Kapolres.

Sayangnya kata Philemon, sejumlah korbannya malu untuk melapor karena dalam adegan pemerkosaan muka mereka sengaja direkam pelaku.

“Makanya kami berharap para korban datang melapor agar kasus seperti ini tak terulang,” katanya.(abinenobm)

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment