BeritaManado.com

Ini Alasan Anton Habisi Novita Poluan

June 16
15:50 2017
Anton pelaku pembunuhan IRT di Girian Atas

Anton pelaku pembunuhan IRT di Girian Atas

 

Bitung – Pelaku pembunuhan Novita Poluan (39) warga Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian, IS alias Anton (30) telah diamankan Polres Bitung.

Dihadapan sejumlah Wartawan, Anto mengaku nekat menghabisi kekasih gelapnya itu karena sakit hati dan cemburu.

“Beberapakali saya telepon tidak dijawab. SMS juga tak dibalas, malah beberapakali saya hubungi terdengar nada sibuk sedangkan telepon saya tidak dijawab,” kata Anto, Jumat (16/06/2017).

Lebih menyakitkan lagi kata pria bertatto ini, korban hanya membalas pesan singkatnya yang menyatakan akan mencari laki-laki lain untuk diajak menikah.

“Padahal hubungan kami belum putus saat itu. Begitupula sampai saat ini, saya dan almarhum belum putus,” katanya.

Dan malam itu kata dia, dirinya hanya ingin memastikan kenapa telepon dan SMS tak pernah lagi ditanggapi korban sehingga nekat mendobrak pintu rumah korban.

“Saya sebenarnya cuma mau menakut-nakuti dengan pisau karena tak membalas SMS dan telepon tapi karena sudah emosi tak dihiraukan saat ditanya makanya saya tikam,” katanya.

Ditambah lagi kata dia, kondisi rumah dalam keadaan gelap sehingga tak mengetahui jika tikaman yang dilayangkan menyebabkan korban meninggal.

“Cuma mau memberikan pelajaran kepada dia agar tak mengacuhkan serta menghargai saya,” katanya.

Ditanya kenapa dirinya melarikan diri usai menghabisi korban, pria beranak tiga ini mengaku panik begitu mengetahui tikaman yang dilayangkan di kepala sebelah kiri mengakhirinya nyawa almarhum.

“Malam itu saya lari ke areal perkebunan di Kima dan tidur. Paginya saya ke rumah teman ganti baju serta menyimpan barang bukti kemudian diamankan anggota Polres Bitung,” katanya.

Ia mengaku dirinya memang akan menyerahkan diri ke Polda, namun diperjalanan dicegat anggota Polres Bitung dan langsung dibawa ke Polres.

Sementara itu, Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting SIK MH mengaku telah mengunci pergerakan tersangka dengan menempatkan personil di lokasi yang sering didatangi.

“Mulai dari rumah orang tua tersangka, isteri, teman dan kerabat yang selama ini dijadikan tempat pelarian jika ada masalah,” kata Philemon.(abinenobm)

 

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment