BeritaManado.com

IDI Sulut: Kasus Ayu, Dokter Butuh Perlindungan Hukum

November 16
19:49 2013
Pengurus IDI Sulut dan POGI Sulut saat melakukan Konfrensi Pers (foto Beritamanado)

Pengurus IDI Sulut dan POGI Sulut saat melakukan Konfrensi Pers (foto Beritamanado)

Manado – Sering terjadinya stigma buruk terhadap kerja mulai para dokter di negeri ini tak terasa terus mengalir. Mulai dari kasus yang tidak terlalu terdengar dimedia, sampai kasus yang beberapa tahun terakhir marak kita dengar dan saksikan bersama dalam pemberitaan media massa. Salah satunya kasus dr. Dewa Ayu Sasiari Prawani yang diduga melakukan malpraktek sehingga kemudian dibui, terus mendapat aksi solidaritas masyarakat.

Sabtu (16/11), kembali Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulawesi Utara memberikan aksi solidaritasnya pada dr. Ayu yang saat ini berada dirutan Malendeng Kota Manado. Dihadiri seluruh jajaran pengurus IDI Sulut dan POGI Sulut, bertempat di Hotel Lion Manado, digelar Konfrensi Pers.

Selaku pengarah, Wakil Ketua IDI Sulut, Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes, M.Pd menyampaikan seputar maksud digelarnya Konfrensi Pers tersebut. Menurutnya IDI dan POGI Sulut dalam kesempatan itu akan memberikan klarifikasi terkait masalah dr. Ayu yang sedang berjalan saat ini, beserta upaya solidaritas yang dilakukan pihaknya.

Kasus dr. Ayu ini merupakan pukulan bagi para dokter yang tidak lain adalah manusia biasa, dokter perlu belajar dari pengalaman. Dokter punya tugas mulia, membantu masyarakat, hanya saja disatu sisi jika kerja dokter membawa efek ”merugikan” masyarakat maka dokterpun dipandang ”buruk” kerjanya. Disinilah kesempatannya pengurus IDI Sulut dan POGI memberikan klarifikasinya pada publik terkait masalah yang melibatkan rekan kami dr. Ayu ini – Taufiq Pasiak, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Saat menyampaikan klarifikasi dan pandangan, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jimmy Waleleng,sedikit banyak mengulas terkait kerja-kerja medis, resiko yang ditemukan, hingga regulasi yang sering ”tidak” berpihak pada para dokter. Menurutnya kasus dr. Ayu merupakan insiden yang perlu diluruskan ke publik, karena dr. Ayu telah melakukan tindakan penyelamatan, namun disalahartikan.

”Dokter memang profesi yang boleh dibilang beresiko saat ini, padahal pada umumnya tugas dokter itu sangat mulia. Kasus dr. Ayu ini salah satu kasus yang bisa dibilang memberikan dampak signifikan terhadap kerja para dokter, jika kasus ini tidak terselesaikan sesuai jalur yang benar. Dari segi Tupoksi atau Standar Operasional Prosedur (SOP) apa yang dilkukan dr. Ayu merupakan upaya emergensi dalam rangka menyelamatan pasien, bukan malpraktek. Menjadi satu keprihatinan bagi kami adalah kerja dokter ini perlu dilindungi dengan hukum, dimana kita butuh perlindungan profesi dan kepastian hukum,” papar Jimmy.

Dokter Perlu Perlindungan Hukum (foto ist)

Dokter Perlu Perlindungan Hukum (foto ist)

Dr. Ronny Mewengkang spesialis Kebidanan dan Kandungan Sulut, juga turut memberikan pandangannya terkait tema Konfrensi Pers yakni STOP KRIMINALISASI DOKTER yang ditanyakan wartawan. Mewengkang menyebutkan sasaran diangkatnya tema tersebut dikarenakan sering munculnya opini yang ”menghakimi” kerja dokter.

”Faktanya sering saja muncul generalisasi terhadap kerja dokter yang diasosiasikan secara negatif, padahal tugas dokter ini tugas suci membantu sesama manusia. Kami menafsirkan keberpihakan sebagain kalangan terhadap eksistensi dokter diranah hukum, boleh dibilang tidak ”menguntungkan” dokter dalam pemberian kontribusi dan pengabdian dokter pada masyarakat,” ujar Mewengkang.

Konfrensi Pers ini tidak saja dihadiri pengurus IDI, POGI, namun juga dihadiri perwakilan Dokter Indonesia Bersatu (DIB) Sulut, dr. Jamesallan Rarung bersama para mahasiswa Unsrat Manado yang ikut prihatin terhadap kasus Ayu. (Amas Mahmud)

Baca Juga:

 

30 Comments

  1. iin December 03, 16:23

    mari belajar dari kesalahan,,, intropeksi dirilah tdk usah saling menyalahkan.

    Reply to this comment
  2. A do do e. November 30, 15:42

    Butul dokter butuh perlindungan hukum mar MASYARAKAT JUGA PERLU PERLINDUNGAN HUKUM…. jika terjadi malpraktik…
    Kenapa reaksi IDI dan para dokter menginginkan supaya DOKTER ITU KEBAL HUKUM????????????

    Reply to this comment
    • orang rendahan December 02, 11:16

      torang harus bedakan malpraktek dengan Komplikasi resiko medis pak..itu bedah..dan para dokter pun tau hukum..kalo salah secara hukum, semua salah pasti dihukum..tapi dalam kasus dr.ayu dkk beda pak..karena mereka melakukan itu sesuai dengan kompetensi dan SOP yang ada…beda kalo mallpraktek..jika bukan kompetensi kita melakukan hal yg tersebut..apakah dr ayu dkk tidak memiliki kompetensi tersebut?lalu siapa yg memiliki kompetensi utk mo kase melahirkan??para dokter mengetahui masyrakat harus memiliki perlindungan kesehatan kan? pasti itu..dan para dokter pun sudah berusaha melakukan itu dan semua itu tanpa torang lupa kalo yang punya kehidupan itu YAng di ATAS sang pencipta…lebih baik trg jgn saling berbeda pendapat antara satu dengan yang lain..karena yang harus diperbaiki adalah semua komponen yang berhubungan dengan masalah ini.makasih pak

      Reply to this comment
  3. jack November 27, 13:32

    Sudah saatnya dokter meningkat kualitas dirinya, buka mata lebar2.. Bagaimna klo itu terjadi pada keluarga dokter itu sendiri. Hidup n mati memang di tangan Tuhan, tp klo matinya manusia akibat kesalahan manusia jgn membawa Tuhan terlibat,, jangan perna jd dokter klo hanya tuk membunuh pasiennya. Percuma sekolah mahal n biaya tinggi tp isinya gak ada. Sistem kesehatan indonesia memang memprihatinkan akibat ulah tim medis yang tidak berkompeten.

    Reply to this comment
  4. smart November 27, 01:20

    Semua yg komentarnya menyudutkan dokter bener2 kampret! Berapa banyak sih hal2 sosial menolong orang yg pernah kalian lakukan? Saya jamin ga ada sepersepuluhnya dari dokter. Dan saya jamin 2000% otak kalian ga ada yg mampu untuk jadi dokter! Silakan berobat ke dukun atau ke alternatif. Ga ada yg maksa harus berobat ke dokter kok. Kalau mau ke dokter ya harus bayar dong. Memangnya dokter pelayan lu?? Ke alternatif aja pd mau bayar 300-400rb cuma buat dibohongin. Masak ke dokter minta gratis?? Pake otak!

    Reply to this comment
    • Sam November 27, 09:17

      Smart …
      ngana tu aneh, nama ‘sok smart’ bilang pake otak karna ke dokter minta gratis? kalo angko dokter, betapa sangat memalukan isi otak anda …
      pasien miskin nda gratis nyong, tapi di jamin pemerintah artinya pemerintah yang bayar, mudah2an smart pe otak bisa paham ini informasi.
      sama seperti halnya yg dimasalahkan adalah oknum dokter, jgn juga mengeneralisir oknum masyarakat terlalu luas range nya di banding dokter (mudah2an paham).

      secara pribadi setuju dengan Roy, kalo semua mental instansi pelayan publik seperti dokter2 yang demo, maka habislah bangsa ini. coba bayangkan sama deng roy da bilang, kalo polisi mogok, pasar mogok, instansi lainnya mogok karena oknum yg ada apa jadinya orang2 yg di sebut intelek itu? untungnya cuma dokter (oknum dokter) yang ja ba demo2 nda hambak.
      karena itu diputuskan lewat jalur hukum, sebagai org intelek ajukan PK noh!.
      dan kalau IDI itu pande, seharusnya dia tahu kenapa masyarakat binci skali deng sikap dokter bagitu.

      ok smart?
      Salam,
      Sam

      Reply to this comment
  5. bibir November 26, 16:13

    Jgn menhujat DOKTER, cukup oknum dokterx saja. Bgtu pula para DOKTER2, sebaikx T??????? perlu aksi mogok kerja demi membela oknum dokter ???? sdh dinyatakan bersalah. Krn kalo sesuai kode etik kedokteran, semestinya seorg dokter harus melayani pasien dgn baik dan semaksimal mgkn. T??? T??????? menutup kemungkinan ?????, bhwa ??ª byk dokter ???? bekerja diluar kode etik.???? stop saling menghujat, aksi mogok kerja. ??? untungx bagi kalian smua (dokter2 dan masyarakat)

    Reply to this comment
  6. Roy November 26, 14:24

    Bayangkan jika instansi lain juga bersikap sama, jika ada salah satu personilnya terkait kasus hukum dan satu instansi mogok demo semua. misalnya polisi mogok urus penjahat, pam mogok urus air, pln mogok urus lampu bahkan bank mogok urus DOI!!! mo jadi apa le kalo mental2 bagitu samua? nda akan menyelesaikan masalah. klo memang merasa nda salah, jelaskan dang toh. kong ikuti proses yg berlaku. resiko hidup di negara hukum ya begini, klo dokter2 nimau dapa proses rupa ini, mancari jo di negara lain.
    masyarakat cuma mau tau kwa kejadiannya bagaimana, yg jelas, jangan tutup2i karena anggap masyarakat bodok samua.

    KALO CITRA DOKTER DI MATA MASYARAKAT BAIK, NDA MUNGKIN ADA KOMPLEN NEGATIF DARI MASYARAKAT.

    Yg ada klo dokter2 memang baik samua, komunikasi bagus alias nda makangpuji, masyarakat pasti langsung berpikiran positif, nda menyalahkan dokter.
    Sekarang malah dokter pun cenderung sama penyikapannya dengan orang2 nda skola. nda ada ciri intelek dokter.
    mungkin perlu pembelajaran kehidupan sosial supaya nda ada panyaki hati seperti makangpuji, sombong, dll.

    Reply to this comment
  7. tri November 26, 08:15

    Boby,,,butul skali ngana pe komentar,,,salut for ngana,,,tu dokter-2 laeng so tako ba koment,,,,hahahah

    Reply to this comment

Write a Comment

IKLAN

Ini Penyedia Web Hosting dan Domain Name di Manado, Klik Disini
Pasang iklan murah. Produk, profil, dll. Hubungi kami melalui 082194845678 (Hanya SMS)

Follow us on Twitter
@beritamanado



BMC
Indeks Berita