BeritaManado.com

Hebat !!! Kemenpar RI Tetapkan Manado Pelaksana Imlek Nasional 2017

January 11
07:07 2017

 

Olly Dondokambey saat menerima laporan dari Kadispar Sulut Daniel Mewengkang

Olly Dondokambey saat menerima laporan dari Kadispar Sulut Daniel Mewengkang

 

Jakarta – Berbagai terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terus membuahkan hasil. Salah satu satu bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata RI, yaitu ditetapkannya Kota Manado sebagai pelaksana Perayaan Imlek 2568 yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2017 mendatang.

Hasil itu diperoleh setelah Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang dan Kadispar Kota manado Hendrik Waroka mempresentasikan manajemen program kerja kepariwisataan di dua level pemerintahan tersebut. Hal itu dilakukan saat menghadiri rapat bersama Dirjen Promosi Nusantara Kemenpar RI Ibu  Esty dan tim, Selasa (10/1/2017) kemarin di Jakarta.

“Pencapaian ini sungguh menggembirakan karena kami turut didukung oleh Tim Satgas Pariwisata Sulut. Pihak Kemenpar Ri menyetujui untuk mendukung sejumlah program nasional dan internasional, didalamnya sudah termasuk Perayaan Imlek Nasonal yang pelaksanaanny akan digelar pada tangal 30 Januari – 20 Februari 2017 mendatang,” kata Waroka.

Hasil itu kabarnya telah dilaporkan kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dimana hajatan hajatan besar itu akan mandatangkan 3 ribu turis dari Tiongkok dan Negara-negara lainnya di Manado. Menurut Gubernur Olly Dondokambey bahwa hasil itu merupakan buah dari sinergitas Pemkot Manado dan Pemprov Sulut berjalan dengan baik.

“Kiranya hal itu juga dapat diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya di Sulut. Dengan demikian sektor pariwisata Sulut kedepan akan mengalami kemajuan yang pesat dan dapat memberikan ruang dan iklim yang baik bagi perkembangan usaha ekonomi kreatif dari masyarakat yang akan terus didorong oleh pemerintah,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Kemenpar turut hadir Staf Khusus Menpar RI Andre Sumual, Efraim Yerry Tawalujan serta Soraya Togas dari Komunitas Duta Wisata Sulut. Sementara dari Tim Satgas Pariwisata Sulut sendiri ada Dino Gobel. Bersama dengan Manado, juga ditetapkan Bali sebagai salah satu lokasi Perayaan Imlek Nasional. (frangkiwullur)

 

 

 

 

 

1 Comment

  1. dyaz April 03, 22:35

    ???? ???? ?????? ??????

    SURAT TERBUKA
    Di tujukan kepada

    Bapak Presidan RI
    JOKO WIDODO
    di tempat

    Dengan ini bahwa,
    kami dari Komunitas GUIDE TOURIS TIMUR TENGAH
    Bermaksud untuk mengadukan keluhan kami terhadap penangkapan yang di lakukan secara sewenang-wenang yang di lakukan oleh para Petugas di Bandara SOEKARNO-HATTA
    terhadap para Pemandu wisata yang hendak menjemput tamu-tamunya dari bandara soetta, Dengan acuan Keputususan MENTERI PERHUBUNGAN no 77 tahun 1998 jo Dirjen Perhubungan Udara SKEP/138/ UI 1999 yang menyatakan larangan usaha di sekitar lokasi bandara soetta, Sementara kami tidak sedang dalam mendirikan suatu usaha, tetapi kami sedang melakukan penjemputan para tamu kami yg dari jauh sebelumnya sudah memesan jasa kami yang merupakan bagian dari pelayanan kami terhadap para tamu kami sebagai pramuwisata indonesia yang selalu siap menjemput, mengantarkan tamasya selama di Indonesia dan mengantar kembali ke Bandara SOETTA untuk keberangkatan pulang para turis ke negaranya,
    perihal penangkapan kami pada saat menjemput turis dan menghukum mulai dengan penahanan selama berjam-jam hingga hukuman berat lainnya yg telah di lakukan aparat keamanan bandara bahwa hal itu jelas tidak sejalan dan bahkan sangat bertentangan dengan apa yg telah di promosikan secara besar-besaran oleh Kementrian Pariwisata untuk mendatangkan turis manca negara dengan sebanyak-banyaknya dan demi meningkatkan ekonomi negara melalui sektor pariwisata ini.
    untuk itu setelah berbagai cara dan upaya kami dalam mengadukan kejadian tersebut hingga ke tingkat DPR RI dan Kementrian Pari Wisata namun hingga kini tetap tidak ada tanggapan serius sehingga penangkapan ini masih tetap berlangsung hingga saat ini,
    hal ini tentu sangat mempengaruhi dan bisa menciptakan bahkan telah mengecewakan para tamu yg merasa terhambat perjalananya dan dapat membuat para turis menjadi enggan untuk kembali berkunjung ke indonesia di kemudian hari, anehnya lagi penangkapan para pramuwisata itu di lakukan khusus bagi pramuwisata yang sedang menjemput tamu dari Negara-Negara Arab
    hal itu juga sangat merugikan rakyat kecil yang berprofesi sebagai guide atau penjual jasa Pramuwisata di Indonesia yang mempunyai hak untuk mendapatkan pekerjaan di Negerinya sendiri yang menurut kami lebih baik dari pada harus kembali bekerja ke Negara Arab,
    selain itu juga dapat merugikan Citra Pariwisata Indonesia dalam melayani para tamu asing yang jelas sangat bermanfaat lebih banyak lagi untuk mendatangkan dan menambah nilai Devisa Negara,
    untuk itu kami sangat berharap bantuan dan perhatian dari Bpk Presiden Republik Indonesia untuk menyelesaikan persoalan para pramuwisata yang sangat bermanfaat untuk membantu melayani para turis asing terutama dari negara arab yang juga termasuk membantu Program-Progam kepariwisataan di Negeri Indonesia tercinta ini.
    Bersama dengan ini kami semua turut Prihatin dan turut memperingatkan Pemerintah khususnya Presiden Republik Indonesia, bahwa apabila hal ini di diamkan maka bukan tidak mungkin sektor Pariwista Indonesia akan lebih cepat tenggelam karena ulah aparatnya yang dengan mudah di peralat oleh perusahan tertentu.
    Demikian keluhan dari Rakyatmu yang memilih Bapak sehinga terpilh menjadi Presiden Republik Indonesia
    lebih kurangnya mohn ma’af dan atas segala perhatiannya kami ucapkan terima kasih yg sebesar besarnya…Sebar ke grop yg lain Agar terdengar oleh..Bpk President kita..

    Reply to this comment

Write a Comment